Presiden Taiwan akan kunjungi 'pulau sengketa'

Presiden Ma Ying-jeou

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Presiden Ma Ying-jeou akan bertemu dengan aparat Taiwan di Pulau Taiping atau Itu Aba.

Presiden Taiwan yang akan habis masa jabatannya, Ma Ying-jeou, akan mengunjungi sebuah pulau yang masih menjadi sengketa di Laut Cina Selatan, Kamis 28 Januari.

Taiwan mengklaim kepemilikan pulau yang mereka sebut sebagai Taiping -yang juga dikenal dengan Itu Aba- di Kepulauan Spratly yang beberapa wilayahnya dituntut sebagai milik Cina, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei.

Ma Ying-jeou -yang memiliki hubungan baik dengan Cina- masih empat bulan lagi menjabat sebagai presiden sementara <link type="page"><caption> presiden yang baru terpilih Tsai Ing-wen</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160116_dunia_hasil_pemilu_taiwan" platform="highweb"/></link> tidak akan mengirimkan perwakilan dalam kunjungan tersebut.

"Pulau Taiping merupakan bagian yang melekat dari wilayah Republik Cina (nama resmi untuk Taiwan)," jelas juru bicara Presiden Ma, Charles Chen.

Kepulauan Spratly

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sejumlah wilayah di Kepulauan Spratly menjadi sengketa antara beberapa negara.

Tujuan kunjungan adalah untuk bertemu dengan aparat Taiwan yang bermarkas di sana menjelang Tahun Baru Cina, yang jatuh pada 8 Januari.

Taiwan meningkatkan kehadiran di Taiping/Itu Aba, antara lain dengan membangun mercu suar dan meningkatkan pelabuhannya selain memiliki landasan pesawat dan satu rumah sakit.

Pemerintah Cina menanggapi kunjungan tersebut dengan mengatakan Cina memiliki 'otoritas yang tidak terbantahkan' atas pulau-pulau di Laut Cina Selatan.

<link type="page"><caption> Beijing mengklaim memiliki sebagian besar kawasan Laut Cina Selatan,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151215_majalah_cina_lautselatan" platform="highweb"/></link> termasuk Kepulauan Spratly, dan masih melihat Taiwan sebagai provinsinya yang membangkang.