Sosok penyair Warsan Shire yang punya peran besar di album terbaru Beyoncé

Sumber gambar, Still
Album terbaru Beyoncé penuh dengan kisah patah hati, kecemburuan – dan puisi yang tenang. Fiona Macdonald melihat penyair di balik momen-momen kesunyian yang terselip di antara kemarahan di lagu-lagu album tersebut.
"Aku menjadikanmu rumah/Namun setiap pintu hanya menjadi jebakan."
Begitulah awal dari interlude pertama 'album visual' baru Beyoncé. Lemonade dirilis pada 23 April lalu lewat sebuah acara khusus di HBO dan menampilkan 12 lagu yang diselingi dengan kata-kata karya penyair Inggris keturunan Somalia, Warsan Shire.
Meski album tersebut menimbulkan kehebohan di media sosial akan lirik-lirik Beyoncé, yang penuh dengan kemarahan dan tuduhan perselingkuhan, namun momen-momen tenang di antara lagu-lagu itu memberi ruang bagi pendengar untuk merenung.
- <link type="page"><caption> "Nothing Compares 2 U" karya Prince yang bercerita tentang kehilangan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2016/04/160426_vert_cul_lagu_prince.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Grace Jones, ikon mode dan seksualitas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2016/04/160421_vert_cul_grace_jones.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Delapan cerita terbaik tentang aksi bocah-bocah melawan kejahatan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2016/04/160412_vert_cul_film_anakanak_kejahatan.shtml" platform="highweb"/></link>
Kata-kata tersebut ditulis oleh Shire, perempuan usia 27 tahun yang lahir di Kenya dari orangtua Somalia, dan menerbitkan pamflet puisi pertamanya, Teaching My Mother How to Give Birth (Mengajarkan Ibuku Caranya Melahirkan) pada 2011.
Dia kemudian memenangkan African Poetry Prize dari Brunel University pada 2013.
Nama Shire muncul di urutan kedua dalam titel kredit di bagian 'Adaptasi Film dan Puisi', bahkan namanya muncul sebelum para sutradara.
Shire menawarkan kontemplasi di antara adegan air bah, truk monster menghancurkan mobil dan Beyoncé yang tertawa sambil mengayun-ayunkan tongkat baseball sembari berjalan dengan ledakan api mengikuti di belakangnya.
Lagu-lagu di album tersebut memperdengarkan lirik seperti, “Looking at my watch you should have been home/Tonight I regret the night I put that ring on” – atau "Saat (aku) melihat jam, seharusnya kamu sudah pulang/Malam ini aku menyesal memakai cincin (pernikahan) ini".

Sumber gambar, Instagram
Dan penyesalan ini diberikan kedalaman makna dengan puisi Shire.
“I tried to change/Closed my mouth more/Tried to be softer, prettier – less awake”
"Aku berusaha berubah/Dengan menutup mulutku/Menjadi lebih lembut, lebih cantik – lebih abai" – yang dibacakan saat Beyoncé berputar-putar di bawah air dengan mata terbuka seperti dalam kondisi trance – diadaptasi dari puisi berjudul For Women Who Are Difficult To Love (Untuk Perempuan yang Sulit Dicintai).
Kata-kata Shire terkesan introspektif dan tenang, namun ada kemarahan yang terkandung di dalamnya.
Bobot makna pada kata-katanya membuatnya mendapat 60.000 pengikut di Twitter dan dia meraih gelar Young Poet Laureate untuk London pada 2014.
Shire sudah menerbitkan pamflet puisi lain, Her Blue Body, dan debut kumpulan puisinya akan terbit pada akhir 2016.
Puisinya, Home – yang diadaptasi dari Conversations about home (at a deportation centre) atau Percakapan tentang kampung halaman (di sebuah pusat pemulangan), dan ditulis pada 2009 – banyak dibagikan pada 2015, karena lariknya yang menggambarkan krisis pengungsi langsung ke inti masalah dengan segala kegamblangannya.
Awalnya dia menulis, “No one leaves home unless/home is the mouth of a shark. You only run for the border/when you see the whole city/running as well,” atau "Tak ada yang mau meninggalkan rumahnya/kecuali saat rumah adalah di mulut hiu. Orang akan lari menuju perbatasan/saat mereka melihat seluruh kota/ikut berlari".
Puisi itu berlanjut dengan kata-kata yang menghantui, “You have to understand/that no one puts their children in a boat/unless the water is safer than the land”.
"Yang harus dipahami/tak ada yang mau menaruh anaknya di perahu/kecuali saat air lebih aman daripada daratan".

Sumber gambar, AP
Puisi yang ditulis pada 2009 itu muncul setelah Shire mengunjungi Kedutaan Besar Somalia di Roma yang sudah kosong, dan oleh sekelompok pengungsi muda, diubah menjadi semacam rumah sementara.
Menurut The Guardian, semalam sebelum kedatangan Shire, seorang pemuda Somalia melompat dari atap dan tewas.
Dengan hidup bersama kelompok pengungsi itu, Shire menjadi sadar akan kenyataan hidup sebagai imigran gelap di Eropa.
Pada koran tersebut, Shire mengatakan, "Saya menulis puisi ini buat mereka, buat keluarga saya dan buat siapapun yang pernah hidup atau mengalami kedukaan dan trauma dengan cara yang sama."
Kritikus mengomentari betapa personalnya album Lemonade, dengan lirik seperti, “You remind me of my father, a magician/Able to exist in two places at once” atau "Kamu mengingatkanku pada ayahku, seorang pesulap/Bisa ada di dua tempat sekaligus".
Beberapa bagian yang sangat personal di album itu diambil dari puisi Shire seperti The unbearable weight of staying (the end of the relationship) atau Beban bertahan (akhir sebuah hubungan) dan Nail Technician As Palm Reader atau Petugas Manikur Menjadi Pembaca Telapak Tangan.
Ironisnya, kata-kata Shire-lah yang membuat album ini terasa intim.
Kita mungkin merasa sedang melihat langsung ke isi hati Beyoncé – namun melalui puisi yang ditulis penyair yang tinggal di London ini.
<italic><bold>Anda bisa membaca versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris di <link type="page"><caption> There's more the Warsan Shire than the Beyoncé video</caption><url href="http://www.bbc.com/culture/story/20160425-theres-more-to-warsan-shire-than-the-beyonc-video" platform="highweb"/></link></bold></italic><italic><bold> di laman <link type="page"><caption> BBC Culture</caption><url href="http://www.bbc.com/culture" platform="highweb"/></link></bold></italic>.









