Apakah wajar menjual barang ke teman?

Anda memiliki produk yang diyakini akan disukai kawan Anda. Namun, ketika Anda menawarkan produk itu kepada mereka, mereka merasa Anda memaksa mereka membeli. Lalu apa yang harus dilakukan?
Pertanyaan: Bagaimana saya bisa terlepas dari konflik kepentingan yang melibatkan teman dan usaha saya? Apakah ada batasan antara menawarkan produk ke teman karena merasa mereka memerlukannya, dan mengambil untung dari hubungan pertemanan dengan menjual barang ke teman?
Bagaimana saya bisa jujur kepada mereka, sekaligus bisa menjalankan bisnis dengan baik?
Jawaban: Batasan antara teman dan prospek bisnis memang sangat cair. Bahkan faktanya, sejumlah bisnis sukses karena mencampurkan kedua hal ini. Sebut saja Avon, Tupperware, Scentsy dan Stella & Dot, yang bergerak karena sales mereka diminta untuk menjual langsung kepada teman dan orang-orang terdekat.
Namun, masalah bisa muncul ketika Anda berniat menawarkan barang kepada kenalan dengan alasan mereka membutuhkan barang tersebut, tapi ternyata mereka merasa Anda memaksa mereka untuk membeli. Tidak ada yang suka menjadi target penjualan secara terang-terangan. Tidak ada pula yang suka jika pertemanan mereka mulai dieksploitasi ke persoalan uang.
Anda harus berhati-hati agar tidak terkesan memaksa saat menjual produk. Jangan sampai teman merasa tidak enak. Jangan sampai pula menggunakan ketikdakenakan mereka agar mereka mau membeli produk.
Ini akan Anda rasakan jika Anda bergerak di bidang pemasaran berbasis jaringan, yang menggunakan pesta-pesta untuk menjual benda seperti perhiasan, pakaian, produk diet dan lain sebagainya.

Sumber gambar, Getty
"Jika bisnis Anda seperti ini, bersiaplah untuk mendengar banyak penolakan halus. Jangalah terlalu memaksa hingga berpotensi merusak hubungan pertemanan," kata Christine Whelan, profesor bidang ekologi manusia di Universitas Wisconsin, Madison, Amerika Serikat.
Untuk menghindari masalah, berikan teman Anda sejumlah pilihan, ungkap Whelan: "Berikan teman Anda informasi yang berdasarkan keahlian Anda, mungkin tawarkan mereka diskon, dan bilang dari awal bahwa mereka tidak harus membeli jika tidak mau."
Transparan
Transparansi adalah cara terbaik dalam menghadapi konflik potensial ini, ungkap Deborah Rupp, prosefor psikologi organisasi-industri di Universitas Purdue di Indiana, Amerika Serikat.
"Berbicaralah tentang profesi dan tujuan Anda kepada teman," kata Rupp.

Jangan buat teman Anda bingung. Ceritakan tentang pekerjaan dan hubungan Anda dengan perusahaan yang menggaji Anda menjual produk.
Dan langsung ganti pembicaraan ketika teman Anda tampak tidak nyaman atau mengatakan kalau mereka tidak tertarik.
Masalah juga berpotensi muncul dari perusahaan tempat Anda bekerja. Mereka kadang punya cara bisnis yang membuat pekerjanya berujung punya konflik kepentingan dengan teman-temannya.
Berbicaralah
Kuncinya, sekali lagi adalah bicaralah. Sampaikan kepada bos Anda bahwa Anda khawatir penawaran produk ke sejumlah orang berpotensi menimbulkan konflik, atau merusak hubungan pertemanan Anda.
Ketika Anda mulai merasa potensi rusaknya hubungan dapat terjadi, tetapi kantor terus memaksa, sampaikanlah kepada perusahaan Anda, faktanya, bahwa Anda tidak ingin hubungan kalian rusak.
Berpikirlah positif
Mulailah berpikir bahwa hubungan jual beli yang Anda lakukan kepada teman adalah wujud keramahan dan penghargaan terkait pertemanan itu sendiri, kata Whelan.
Bahwa Anda bisa menggunakan produk yang Anda miliki sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain, bagi teman Anda.
Ketika teman membeli sesuatu dari Anda, tidak dari orang lain yang tak dikenalnya, Anda akan merasa puas "karena Anda bisa menunjukkan kepada teman bahwa kalian memiliki visi, kebutuhan yang sama dan saling melengkapi."
Etika kantor
Pertanyaan: Ketika seorang manajer senior dipecat, untuk menjaga kehormatannya, perusahaan mengatakan kepada karyawan lain bahwa manajer itu mengundurkan diri. Nah, sekarang bawahan si manajer itu mulai mengeluh terkait manajer baru pengganti.
Namun, menurut saya keluhan ini muncul karena ada kebingungan, kecurigaan dan kemarahan bahwa mantan bos mereka mengundurkan diri tanpa mengatakan apa-apa. Mereka mulai berpikir bahwa ini hanya awal dari masalah besar, bahwa mereka semua mungkin juga akan dipecat. Bagaimana saya harus menghadapi situasi ini sembari menjaga privasi si manajer?
Jawaban: Tampaknya perusahaan tempat Anda bekerja punya masalah soal kepercayaan: seorang manajer senior menghilang tiba-tiba, orang pun berasumsi ini adalah awal dari pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih lanjut. Terkesan bahwa mereka melihat dari kompetensi dan kebiasaan yang dilakukan manajemen dan kemudian menduga bosnya itu dipecat, tidak mengundurkan diri. Dan Anda kebingungan karena Anda tahu fakta sebenarnya.

Sumber gambar, Getty
"Bukanlah hal yang langka ketika seseorang disebut mengundurkan diri padahal sebenarnya dipecat. Namum, salah, jika tidak dilaksanakan acara untuk menghargai kontribusinya kepada perusahaan," ungkap Hillary Pearl, seorang konsultan organisasi di Connecticut.
Jika Anda ingin mempertahankan 'cerita bohong' bahwa si orang ini bernilai bagi perusahaan, maka Anda harus pula berusaha membuat dia mengakhiri masa kerjanya dengan penuh penghormatan.
Jika si orang yang dipecat ini merasa malu dan tidak ingin pesta besar, tanyakan kepadanya apakah dia mau jika ada pesta kecil, misalnya pertemuan dengan timnya sambil minum-minum usai kerja, atau tim datang ke ruang kerjanya sambil membawa kue.
Tidak terlambat untuk membersihkan 'kerusakan' yang sudah terjadi. Pertama, coba pastikan apakah benar akan ada PHK massal. Kalau benar, Anda tidak perlu mengesankan bahwa tidak ada hal yang buruk akan terjadi, karena jika PHK-nya kejadian, citra kantor akan semakin buruk.
Jika pemecatan ini hanya sekali saja, dan khusus untuk kejadian si manajer, usahakan untuk menghilangkan ketakutan para pekerja bahwa bos baru mereka akan memperlakukan mereka dengan buruk.
Upayakan bos baru dan bawahannya saling mengenal satu sama lain.

Pertimbangkan untuk melakukan wawancara anonim dengan karyawan, sembari menanyakan: Apa yang sudah berjalan baik? Apa yang bisa diperbaiki atau diubah? Apa yang sebaiknya bisa dilakukan manajer baru? Apa yang bisa dilakukan untuk membuat tim lebih sukses.
Jawaban ini bisa diserahkan ke manajer baru, sehingga dia tahu situasi sebenarnya, dan bisa merancang rencana lebih matang.
Mungkin pekerjaan Anda akan jadi lebih banyak. Namun, itu bisa menjernihkan suasana sehingga manajer baru bisa memberikan performa lebih baik.
"Wawancara anonim itu juga akan membuat karyawan merasa bahwa pendapatnya dihargai, dan menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengungkapkan keluhan-keluhan mereka. Jika ada masalah-masalah yang disisakan manajer lama, itu juga layak dibicarakan."
<italic><bold>Anda bisa menyimak versi bahasa Inggris dari artikel ini dengan judul <link type="page"><caption> Should you ever push products onto your friends?</caption><url href="http://www.bbc.com/capital/story/20160718-should-you-ever-push-products-onto-your-friends" platform="highweb"/></link> di </bold></italic><link type="page"><caption> <italic><bold>BBC Capita</bold><bold>l</bold></italic></caption><url href="http://www.bbc.com/capital" platform="highweb"/></link>.










