Banyak orang mendapat ratusan miliar dari kotoran anjing Anda

Sumber gambar, Getty

Setiap anak-anak Kathleen Corridon meniup lilin di atas kue ulang tahun, permohonan mereka selalu sama.

“Yang mereka inginkan hanyalaj anak anjing,” kata Corridon, seorang pensiunan berusia 60 tahun. “Masalahnya adalah suami saya menghabiskan 40 tahun hidupnya sebagai tukang pos. Dia telah berkali-kali dikejar dan kadang digigit (anjing). Dia tidak punya rasa sayang pada anjing, sudah jelas.”

Keluarga Corridon dari Port Monmouth, New Jersey akhirnya menyerah juga, ketika anak-anak mereka menginjak usia 10 dan 12 tahun. Tetapi sebagai syaratnya, Corridon mengatakan dia menuntut anaknya berjanji memungut kotoran peliharaan itu di taman.

Kesepakatan hanya berjalan satu bulan. Jadi Corridon mengalihkan sebagian uang jajan per minggu anak-anaknya, dan menyewa sebuah perusahaan bernama When Doody Calls dengan bayaran US$9 (Rp115.000) per pekan. “Mengambil kotoran anjing bukanlah pekerjaan tambahan, itu betul-betul harus dilakukan,” kata Corridon.

Sumber gambar, Joe Raedle Getty Images

Didirikan pada 2001, di ruang lingkup New Jersey sebelah utara, When Doody Calls (yang dilaporkan memiliki pendapatan US$4,5 juta atau hampir Rp60 miliar pada 2011) kini memiliki 450 klien, kata pemiliknya Mary Ellen Levy. Ini adalah bagian dari industri yang berkembang.

Tidak ada yang mencari tahu berapa nilai industri ini secara global, tetapi Levy adalah bagian dari Asosiasi Spesialis Kotoran Binatang Profesional, yang kini memiliki anggota 90 perusahaan yang usahanya mengambil hasil buangan binatang peliharaan di Amerika Utara.

Dan itu bukan cuma terkait perusahaan tinja. Jika ada satu hal yang pasti tentang ‘bisnis jorok’ ini, itu adalah keuntungannya besar. Industri ini mengalami pertumbuhan yang dramatis dalam beberapa puluh tahun terakhir, dari memungut tinja binatang menjadi sampah buangan manusia, sampah medis, dan industri.

Mengonggong marah

Bukan ilmu pengetahuan yang membuat Meg Retinger terjun ke bisnis kotoran binatang, melainkan kebetulan.

Pada 2008, salah satu peneliti di perusahaannya datang ke kantor mengeluh bahwa dia telah menginjak kotoran anjing sebelum masuk kerja pagi itu. Di saat yang bersamaan, BioPet Vet Lap Inc di Knoxville, Tennessee menjual paket tes DNA yang bisa mendeteksi jenis anjing.

Lalu, perusahaan itu memiliki ide yang luar biasa. Pada 2010, perusahaan ini mulai menjual paket yang bisa mengetes DNA dari kotoran anjing. PooPrints kini dijual di 50 negara bagian di Amerika Serikat, Kanada, dan juga merambah global.

Sistem ini dipasarkan kebanyakan untuk pemilik binatang dan manajer di gedung apartemen, yang mewajibkan pemilik anjing mendaftarkan DNA peliharaannya sebelum menandatangani kontrak sewa. Kotoran yang ditemukan di lokasi yang tak semestinya akan di tes, dan pemiliknya akan didenda.

Sumber gambar, Getty

Tes yang disebut PooPrints kini menjadi bisnis utama perusahaan itu. Hampir 3.000 apartemen, kebanyakan di Ameruka Utara, telah menggunakan layanan yang harganya US$50 untuk tes DNA perdana dan US$75 per sample. Biaya tes ini kemudian dibebankan, kata Retinger, dalam bentuk denda yang dijatuhkan pada “pelaku pembuang kotoran.”

Menurut Debbie Violette, manajer properti Timberwood Commons, kompleks 252 apartemen di Lebanon, New Hempshire, yang menggunakan Poo Prints sejak 2011, sekitar tiga perempat tes hasilnya meyakinkan, sementara seperempatnya mungkin ditinggalkan oleh anjing-anjing tetangga.

Pemilik anjing di Timberwood dijatuhi denda US$50 untuk pertama kali, US$100 untuk kedua kali, dan US$200 untuk ketiga kali. Setelah itu, mereka akan meminta anjing dan pemiliknya untuk keluar – sesuatu yang hanya pernah dilakukan Violette sekali.

“Setelah tiga denda, sepertinya, itu tidak berhasil, dan kami tidak ingin Anda tetap tinggal jika Anda tidak bisa mengawasi anjing Anda,” kata Violette. “Kebanyakan orang mengerti, tetapi selalu ada satu dua orang yang tampaknya tidak mengerti bahwa ini adalah bisnis kejam.”

Sumber gambar, RIA Novosti

Daerah Barking dan Dagenham, London Raya, telah memulai program perdana dengan layanan PooPrints. Retinger mengatakan masa percobaan berlangsung sangat baik sehingga otoritas lokal berencana untuk membuatnya permanen.

“Kami bisa mengatakan kami adalah nomor satu di bisnis kelas dua,” kata retinger. Dan jika ada satu kebenaran di balik bisnis kotoran anjing, katanya, adalah itu akan terus naik.

Mengurangi jejak karbon

Lupakan tenaga surya, kotoran manusia jika memiliki potensi menjadi energy yang terbarukan. Operator bus di First West, England, mulai menggunakan Bus-Bio berkursi 40 yang bertenaga gas bio metana yang dihasilkan oleh kotoran dan sisa makanan. Kini, First West sedang mengajukan untuk menambah 110 bus bertenaga kotoran lagi. “Bus tinja” yang menggunakan gas dari tempat pembuangan kotoran Bristol, menjadi sangat populer sehingga saingannya Wessex Bus juga mengajukan dana pemerintah untuk mengoperasikan 20 bus-bio pada 2019.

Menurut First West, kotoran dan sisa makanan seorang penumpang selama setahun bisa menjalankan bus-bio sepanjang 60km. Ada keuntungan lain juga: bus-bio menghasilkan karbondioksida 30% lebih sedikit dibanding kendaraan diesel konvensional.

Terobosan medis. Ya tentu.

Tinja juga memiliki nilai yang semakin tinggi di mata dokter. Feses manusia, semakin banyak, diubah menjadi obat, disuntik, atau dicerna oleh pasien yang mengalami infeksi.

Ide bahwa tinja manusia bisa digunakan untuk pengobatan macam ini diketahui sekitar tahun 2001 ketika Catherine Duff, kini 60 tahun dan tinggal di Indiana, mengalami infeksi setelah mengkonsumsi antibiotik. Infeksi ini menimbulkan mual, diare, dan masalah kesehatan lain yang cukup parah sehingga dia tidak bisa meninggalkan rumah. Tujuh tahun setelah masalahnya muncul, dokternya menyarankan agar usus besarnya diangkat. Tetapi bahkan dengan operasi, dokter mengatakan kemungkinan dirinya untuk selamat cukup kecil.

Sumber gambar, Getty

Alih-alih mencoba transplantasi usus besar, Duff memutuskan untuk mencoba hal yang sama sekali lain: transplantasi mikrobiota feses, setelah itu kesehatannya membaik segera. Donasi tinja berarti dia bisa hidup normal lagi.

Untuk membantu orang yang menderita masalah perut yang sama, Duff membuat lembaga nirlaba Fecal Transplant Foundation. Sejak prosedur yang mengubah hidup Duff empat tahun lalu, industry kini tumbuh seputar transplantasi feses. Para perusahaan kini menjual paket dan Duff mengatakan farmasi besar juga mulai mengetes versi mereka sendiri.

Salah satunya adalah OpenBiome. Lembaga nirlaba ini telah mengirim lebih dari 12.000 sampel tinja ke dokter dan klikik untuk melakukan transplantasi, dengan harga masing-masing US$382 (Rp505.000) hingga US$535 (Rp705.000). Mereka mengumpulkannya dari 32 donor yang dibayar US$40 (Rp528.000) untuk donasi harian yang harus dikirim dalam waktu 45 menit setelah keluar.

Bank tinja adalah kerja serius yang mendatangkan keuntungan bagi komunitas medis, dan ini kadang menuai banyak cekikikan juga, kata Sasha Liberman. “Anda mendapat respons yang panjang ketika Anda menceritakan apa yang Anda lakukan,” katanya. “Banyak orang berpikir itu menjijikan, tetapi ketika Anda menjelaskannya, mereka kemudian merasa terpukau.”

------

<italic>Anda juga bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris dengan judul </italic><bold><link type="page"><caption> There are people making millions from your pet’s poo</caption><url href="http://www.bbc.com/capital/story/20160622-there-are-people-making-millions-from-your-pets-poo" platform="highweb"/></link></bold><italic> atau tulisan lain dalam </italic><bold><link type="page"><caption> BBC Capital</caption><url href="http://www.bbc.com/capital/" platform="highweb"/></link></bold>.