Bagaimana bos yang lebih muda bisa membantu Anda lebih maju

Sumber gambar, iStock
Holly Pavlika sudah beberapa kali bekerja untuk manajer yang lebih muda darinya tapi eksekutif pemasaran asal New York itu tak pernah menjadikannya sebuah persoalan.
“Bekerja untuk bos yang lebih muda membuat Anda tetap muda, dan sepanjang Anda bekerja untuk seseorang yang Anda hormati, dan juga menghormati Anda, tak perlu ada masalah soal perbedaan usia,” kata Pavlika, wakil presiden senior bidang pemasaran dan konten di perusahaan pemasaran Collective Bias.
“Lebih penting untuk fokus memikirkan berada di puncak industri Anda daripada mengkhawatirkan bos muda.”
Meski begitu tak semua orang nyaman bekerja untuk seseorang yang lebih muda. Di India, sekitar 80% profesional senior (mereka dengan pengalaman kerja lebih dari 20 tahun) mengatakan lebih memilih bos yang lebih tua, menurut Survey Kepemimpinan TimesJobs 2015.
Di Amerika Serikat, sekitar 45% baby boomers dan Gen X merasa bahwa generasi Millennial tak memiliki pengalaman manajerial dan bisa berdampak negatif pada kultur perusahaan, menurut penelitian Kepemimpinan Multi-generasi 2015 yang dilakukan oleh perusahaan pengembangan eksekutif Future Work bersama perusahaan jejaring karir Beyond.
Biasakan diri
Namun, seiring semakin menuanya populasi dunia dan semakin lama seseorang bertahan di dunia kerja, situasi di mana bos lebih muda akan memimpin sebuah tim akan menjadi semakin umum. Tapi jika Anda tak nyaman merasa bekerja dengan seseorang yang umurnya sebaya anak Anda, lalu apa yang bisa dilakukan?
- <link type="page"><caption> Bekerja di dua kota yang kontras, Dubai dan Lisabon</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/07/160709_vert_cap_dubai.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Apa yang tak pantas dipakai saat wawancara kerja?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/06/160612_vert_cap_pakaian.shtml" platform="highweb"/></link>
Salah satu hal yang harus Anda ingat, Anda mungkin bukan satu-satunya yang merasa kikuk. “Si bos muda akan juga memiliki kekhawatiran, apalagi jika ini adalah untuk pertama kalinya mereka dipromosikan ke posisi manajerial saat harus mengawasi kolega yang lebih tua,” kata Nelson Phillips, pembantu dekan bidang fakultas dan penelitian di Imperial College Business School di London lewat sebuah email.
Dia juga menambahkan bahwa itu salah satu percakapan yang paling umum dengan dengan karyawan muda dan berpotensi tinggi saat pertama mereka dipromosikan ke posisi manajemen.
Daripada berpura-pura tidak canggung, lebih baik Anda membicarakan situasi itu secara terbuka, kata Victoria Maitland, sumber daya manusia untuk Comrade, agensi digital yang berbasis di Oakland, California. Jika tidak, “selalu akan ada kecanggungan setiap saat, apalagi jika perbedaan usianya sangat jauh,” katanya.
“Saya sangat menghargai filosofi bahwa semuanya harus dibicarakan secara terbuka dengan cara terhormat. Saya akan mengatakan, ‘Saya tahu ini tidak nyaman buat kita. Bagaimana kita harus bekerja sama?”

Sumber gambar, iStock
Hati-hati bagaimana Anda menyusun kata-kata untuk diskusi tersebut. Tentu Anda tak ingin kelihatan sudah menganggap akan ada masalah, tapi tunjukkan bahwa Anda mengakui situasi yang tak biasa ini dan ingin tahu bagaimana bisa bergerak.
Dengan kata lain, “Bagaimana kita menggunakan situasi ini?” kata Maitland. “Bagaimana kita menjadikan satu sama lain lebih baik?”
Cara berkomunikasi
Dan sediakan waktu untuk melihat bahwa ada banyak yang bisa dipelajari dari generasi yang lebih muda, terutama soal bekerja secara simultan dan teknologi.
“Luar biasa betapa banyaknya hal yang bisa mereka kerjakan. Kecepatan dan kapasitasnya tak terukur, karena mereka tumbuh dengan teknologi sebagai perpanjangan dari mereka,” kata Maitland.
“Bagi generasi saya, kami bekerja dengan teknologi itu, tapi otak kami tak secepat itu dalam mempelajari kemampuan baru, dan mereka punya itu secara inheren. Buat mereka ini seperti intuisi.”
Manajer yang lebih muda sering memiliki cara komunikasi yang berbeda. “Karyawan yang lebih tua akan memilih temu muka langsung atau telepon sementara manajer yang lebih muda akan lebih memilih format komunikasi digital seperti SMS atau chat, Slack, atau Yammer,” kata Phillips.
“Penting bagi karyawan yang lebih tua untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur tentang harapan manajer soal frekuensi, volume, dan terpenting, mode komunikasi.”
Memperkaya diri
Tapi berkomunikasi saja tidak cukup; tugas Andalah untuk memastikan Anda tetap mengikuti teknologi terbaru. “Bagi karyawan yang lebih tua, ini bisa menjadi suatu tantangan tersendiri karena format komunikasi seperti ini tidak intuitif buat mereka, tapi mereka harus menghadapi tantangan ini jika ingin menunjukkan kemampuan mereka,” kata Phillips.

Sumber gambar, Getty
“Jelas tidak bisa jika Anda mengatakan, ‘Ini bukan buat saya. Saya sudah ikut pelatihan 20 tahun lalu’,” kata Willian Novelli, salah satu penulis Managing the Older Worker dan mantan direktur utama AARP. “Ikuti perkembangan teknologi.”
Dan tak peduli Anda 70 atau 20, kata Novelli. “Tentukan cara bagaimana Anda tetap dibutuhkan. Buat diri Anda tak tergantikan.”
Bukan soal usia
“Ini bukan soal usia. Ini soal evolusi pribadi,” kata Pavlika. Salah satu keluhan terbesar dari karyawan tentang kolega mereka yang lebih tua adalah “mereka ketinggalan zaman dan mentok dalam pola pikir lama dan belum menerima perubahan,” katanya. Jadi, Anda harus membuktikan bahwa mereka salah.
“Anda harus membaca banyak, berjejaring seluas-luasnya dan jangan takut mencoba hal-hal baru dengan cara berbeda,” katanya.
Boleh-boleh saja berbagi pengalaman, dan malah seringnya berguna, tapi jika Anda melakukannya, pastikan bahwa Anda melakukannya untuk alasan yang tepat.
“Salah satu keunggulan dari Anda pernah mengerjakan hal yang sama berulang-ulang adalah bahwa Anda memiliki pengalaman lebih banyak akan apa yang bekerja dan tak berjalan sehingga bos muda akan menghargai itu, sepanjang Anda memposisikannya sebagai jalan yang terbaik buat perusahaan, bukan untuk menggurui bos Anda,” katanya.
---------









