Chernobyl: Hubungan istimewa para penjaga pos pemeriksaan dan anjing-anjing yang ditinggalkan pemiliknya, ‘Kehidupan terus berjalan di dunia pasca-apokaliptik’

anjing Chernobyl

Sumber gambar, Getty Images

Waktu membaca: 7 menit

Keturunan dari anjing-anjing yang ditinggalkan oleh pemiliknya saat melarikan diri dari bencana nuklir di Chernobyl kini menjalin hubungan yang aneh dengan petugas penjaga area yang terkontaminasi radiasi.

Tak lama setelah Bogdan tiba di tanah yang terkontaminasi nuklir di Zona Eksklusi Chernobyl, ia menyadari pekerjaannya ini akan memberinya teman-teman yang tak terduga.

Sebagai penjaga pos pemeriksaan di Chernobyl, dia harus berbagi tempat hidup dengan kawanan anjing.

Bogdan, bukan nama sebenarnya, kini sudah dua tahun bekerja di dalam zona itu, dan ia mulai akrab dengan anjing-anjing liar yang ada di sana. Beberapa dinamainya, beberapa yang lain tidak.

Beberapa hidup di sekitar pos pemeriksaan, sementara beberapa yang lain lebih suka berkeliaran — mereka datang dan pergi sesuka hati.

Baca juga:

Bogdan dan penjaga-penjaga yang lain memberi mereka makan, tempat tinggal, dan terkadang obat-obatan jika mereka sakit. Jika ada anjing yang mati, para penjaga akan menguburkannya.

Semua anjing ini, bisa dibilang, adalah pengungsi dari bencana yang terjadi pada 1986, ketika Reaktor Nomor 4 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl meledak.

Setelah bencana itu, puluhan ribu orang dievakuasi dari Kota Pripyat di Ukraina tersebut. Mereka diminta meninggalkan hewan-hewan peliharaannya.

Tentara Soviet menembaki banyak sekali binatang peliharaan yang ditelantarkan ini, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran kontaminasi nuklir. Tapi, tak diragukan lagi, sejumlah hewan bertahan dan terus hidup.

Hentikan YouTube pesan
Izinkan konten Google YouTube?

Artikel ini memuat konten yang disediakan Google YouTube. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca Google YouTube kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati YouTube pesan

Tiga puluh lima tahun kemudian, ratusan anjing liar kini memenuhi area Zona Eksklusi seluas 2.600km2 yang dibuat untuk membatasi perlintasan masuk dan keluar dari wilayah terkontaminasi.

Tidak ada yang tahu pasti mana anjing-anjing yang merupakan keturunan langsung dari binatang peliharaan yang ditinggalkan pemiliknya, dan mana yang masuk ke area itu dari tempat lain. Yang jelas, mereka semua sekarang tinggal di zona tersebut.

Hidup anjing-anjing ini sangat berbahaya. Mereka berisiko terkena kontaminasi radioaktif, serangan serigala, kebakaran hutan, dan kelaparan.

Umur rata-rata para anjing ini hanya lima tahun, menurut data dari Clean Futures Fund, organisasi non-pemerintah yang memonitor dan menyediakan perawatan untuk anjing-anjing yang hidup di dalam Zona Eksklusi.

anjing Chernobyl

Sumber gambar, Chernobyl Guards/Jonathon Turnbull

Keterangan gambar, Beberapa anjing yang tinggal di dalam Zona Eksklusi mungkin merupakan keturunan dari peliharaan yang ditinggalkan pemiliknya saat evakuasi pada 1986, beberapa yang lain mungkin berkeliaran dari wilayah sekitar.

Kawanan anjing yang menghuni tempat yang telah hancur berantakan ini cukup terkenal — beberapa di antaranya bahkan menjadi selebritis kecil-kecilan di media sosial.

Lucas Hixson, pendiri Clean Futures Fund, yang meninggalkan karirnya di dunia riset untuk menjaga anjing-anjing ini, memberikan tur virtual ke Zona Ekslusi dan menampilkan anjing-anjing ini.

Tapi tak banyak yang tahu tentang para penjaga yang berinteraksi dengan anjing-anjing ini setiap hari.

Jonathan Turnbull, kandidat PhD geografi dari Universitas Cambridge, menyadari bahwa kisah-kisah mereka mungkin patut dikumpulkan.

"Jika saya ingin mengenal anjing-anjing itu," ujarnya, "Saya harus pergi kepada orang-orang yang paling mengenal mereka — dan itu adalah para penjaga pos."

quote 1

Yang kemudian ditemukannya adalah kisah haru tentang hubungan pada penjaga dengan hewan-hewan di tempat yang terlantar ini — sebuah kisah yang menunjukkan ikatan mendalam antara manusia dengan anjing.

Sebagai contoh, para penjaga memberi nama sebagian anjing ini. Menurut Turnbull, ada Alpha, yang namanya diambil dari sejenis radiasi, dan Tarzan, anjing yang terkenal di antara turis-turis yang datang ke Chernobyl karena dapat melakukan trik sesuai perintah dan tinggal di dekat instalasi radar Duga yang dibangun oleh Soviet.

Lalu ada juga Sausage — anjing pendek dan gendut yang suka menghangatkan diri di musim dingin berbaring di pipa-pipa pemanas. Saluran pipa ini terpasang ke salah satu gedung tempat tinggal para pekerja di Zona Eksklusi.

Baca juga:

Akses ke Zona Eksklusi Chernobyl membutuhkan surat izin, dan para pekerja bertugas untuk mengontrol pos-pos pemeriksaan di jalanan dari dan menuju area itu.

Mereka yang menerobos pos pemeriksaan ke dalam Zona Eksklusi disebut sebagai "stalker" dan penjaga akan melaporkan mereka ke polisi.

Saat Turnbull yang tinggal di Ibu Kota Ukraina, Kyiv, mulai mengunjungi zona itu secara rutin, dia bertemu dengan Bogdan dan penjaga-penjaga lain.

Awalnya mereka enggan untuk berbicara dengannya, maka Turnbull mengaku harus putar otak untuk merayu mereka. Dia kemudian menawarkan kepada para penjaga untuk menjadi bagian dari risetnya, dan ini, menurutnya menjadi sebuah "titik balik".

Idenya adalah untuk memberikan kamera sekali pakai kepada para penjaga dan meminta mereka untuk mengambil foto anjing-anjing — bukan foto yang berpose, namun pemandangan kehidupan sehari-hari.

Para penjaga ini hanya meminta satu hal sebagai imbalan — "tolong, tolong, bawakan makanan untuk para anjing". Maka Turnbull pun melakukannya.

anjing Chernobyl

Sumber gambar, Chernobyl Guards/Jonathon Turnbull

Keterangan gambar, Para penjaga menggunakan kamera sekali pakai untuk memotret keseharian anjing-anjing di taman bermain Pripyat, dekat Chernobyl.

Turnbull mempublikasikan foto-foto dan wawancara dengan para penjaga itu dalam sebuah makalah pada Desember. Baru-baru ini, dia mewawancarai lagi salah satu penjaga untuk BBC Future.

Penjaga tersebut meminta identitasnya tidak dibuka untuk menghindari tindakan disipliner tempatnya bekerja, maka dalam artikel ini kami menyebutnya "Bogdan".

Saat Bogdan melakukan patroli dengan berjalan kaki di area zona untuk mengawasi stalker, anjing-anjing itu dengan senang hati mengikutinya, kata dia.

Mereka selalu tampak bersemangat dan penasaran untuk melihat apakah dia, atau turis yang lewat, membawa makanan. Bila ada anjing yang perhatiannya teralihkan dan mengejar hewan lain, pada akhirnya ia akan kembali ke Bogdan.

quotebox

Kesetiaan sama diperlihatkan oleh para penjaga. Turnbull mengatakan para penjaga terkadang bersusah payah untuk membantu kawanan anjing, mencabuti kutu yang menempel di kulit mereka, atau memberi mereka suntikan rabies.

Memonitor orang-orang yang datang dan pergi ke Zona Eksklusi terkadang membosankan, kata Bogdan. Untungnya, selalu ada kawanan anjing di sana.

Di beberapa pos pemeriksaan, para penjaga bahkan bisa dibilang mengadopsi mereka. Meski, tak semua anjing bisa dijinakkan. Salah satu penjaga berkata kepada Turnbull, "Kami tidak bisa menyuntik Arka karena dia menggigit."

Seorang penjaga lain berkisah tentang seekor anjing lain yang bahkan didekati saja sulit. "Kami harus memberikan makanan di panci lalu menjauh. Dia akan menunggu sampai kami pergi baru makan."

anjing Chernobyl

Sumber gambar, Chernobyl Guards/Jonathon Turnbull

Keterangan gambar, Anjing-anjing ini akan berkeliaran di dekat pos pemeriksaan tempat para penjaga bertugas

Anjing-anjing ini terkadang akan menggonggong pada orang asing yang datang, itu sifat alamiah mereka, ujar Bogdan.

Tapi selama merasa tidak terancam, mereka akan tenang dan menggoyangkan ekor. Kadang-kadang mereka bahkan seperti tersenyum, ujar Bogdan.

Secara umum, para pengunjung Chernobyl diminta untuk tidak menyentuh para anjing, karena khawatir mereka membawa debu-debu radioaktif.

Belum diketahui ke mana saja anjing-anjing itu pergi dan beberapa daerah di Chernobyl lebih terkontaminasi dengan radiasi.

Ada juga kehidupan liar lain di Zona Eksklusi Chernobyl selain para anjing.

Pada 2016, Sarah Webster, seorang ahli biologi alam liar dari pemerintah AS yang saat itu bekerja di Universitas Georgia, dan rekan-rekannya mempublikasikan makalah tentang temuan mereka.

Mamalia, dari serigala hingga beruang dan rubah merah, telah mengkolonisasi Zona Eksklusi.

Data dari kamera yang dipasang di sana menunjukkan jumlah hewan-hewan ini tidak lebih rendah di area di mana kontaminasi radioaktif lebih tinggi.

Hewan-hewan yang hidup di Zona Eksklusi tak selalu tinggal permanen di sana.

Sebuah studi lain oleh Webster dan rekan, yang diterbitkan pada 2018, memantau pergerakan seekor serigala yang dilengkapi dengan pelacak GPS.

Serigala tersebut berjalan 369 km dari tempat tinggalnya di zona itu, lalu berkelana ke arah tenggara, lalu semakin jauh ke tenggara, dan akhirnya masuk ke wilayah Rusia.

Chernobyl
Keterangan gambar, Para penjaga di Zona Eksklusi memberi makan dan merawat para anjing. Beberapa menyebutkan kawanan anjing membantu mengawasi jika ada penerobos

Serigala, anjing, dan hewan-hewan lain secara teori bisa membawa kontaminasi radioaktif, atau mutasi genetik yang kemungkinan diturunkan saat berkembang biak, ke area-area di luar Zona Eksklusi.

"Kami tahu ini terjadi, tapi kami belum memahami sejauh mana dampaknya," kata Webster.

Turnbull berkata para penjaga secara umum tak terlalu khawatir tentang radiasi, meski sesekali menggunakan dosimeter untuk memeriksa para anjing.

Sepertinya anjing-anjing ini, melalui pertemanan yang mereka tawarkan, memberikan keyakinan pada mereka yang berinteraksi dengannya, kata Gregor Larson, arkeolog yang mempelajari domestikasi di Universitas Oxford dan tak terlibat dengan riset Turnbull.

"Mereka seakan-akan bisa memposisikan diri sebagai anjing-anjing itu," kata dia, mengacu pada para penjaga. "Jika anjing-anjing ini baik-baik saja, maka mereka juga akan baik-baik saja."

anjing Chernobyl

Sumber gambar, Chernobyl Guards/Jonathon Turnbull

Keterangan gambar, Hidup di area di mana manusia masih sangat jarang ada dengan alasan keselamatan, anjing-anjing di Chernobyl hidup dengan baik

Tapi sejujurnya, ini mungkin rasa aman yang palsu.

"Ini adalah lingkungan yang aneh dan misterius," tulis Turnbull. "Anda tidak bisa melihat langsung bahayanya. Anda harus terus-terusan waspada ada sesuatu di sana, meskipun semuanya tampak normal."

Selain fakta bahwa anjing-anjing ini berisiko membawa bahan radioaktif, penjaga seperti Bogdan menekankan keuntungan dari merawat mereka.

Contohnya, dia berkata, dia bisa membedakan cara anjing-anjing ini menyalak saat menemukan hal-hal berbeda — apakah ada orang asing, kendaraan, atau hewan liar.

Karena bisa memberikan sinyal waspada inilah, Bogdan merasa anjing-anjing ini sebagai "asistennya".

anjing Chernobyl

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Anjing-anjing di Chernobyl telah menjadi seterkenal wahana kincir di taman bermain Pripyat

Apa yang terjadi di Zona Eksklusi adalah interaksi dengan anjing yang telah terjadi selama ribuan tahun dalam sejarah peradaban manusia, ujar Larson.

"Kami telah melihat ini selama 15.000 tahun bahkan lebih, ini yang dilakukan oleh manusia. Mereka membuat hubungan dekat, tidak hanya dengan anjing, tapi juga banyak hewan domestik lain [...] untuk mengatakan, 'ini adalah cara kami menghargai alam'," paparnya.

Di seluruh dunia, ada banyak anjing yang berada dalam kondisi serupa — tidak sepenuhnya dipelihara, tapi juga tidak sepenuhnya liar.

Ada anjing-anjing jalanan yang berkeliaran di kota-kota dan area industri untuk mencari makanan. Mereka dirawat oleh manusia, tapi juga tak dianggap sebagai hewan peliharaan.

anjing Chernobyl

Sumber gambar, Chernobyl Guards/Jonathon Turnbull

Keterangan gambar, Salah satu anjing yang dinamai Sausage menghangatkan diri di kala musim dingin dengan cara berbaring di pipa pemanas.

Anjing-anjing di Chernobyl juga seperti ini, hidup di ambang domestikasi, tapi dengan perbedaan tertentu, menurut Webster.

"Zona Eksklusi sangat berbeda karena ini adalah wilayah yang ditelantarkan oleh manusia," kata dia. "Orang-orang yang berada di wilayah itu sehari-hari, adalah para penjaga."

Oleh karena itu pula, kesempatan anjing-anjing itu untuk bersahabat dengan manusia sangat terbatas.

Apa yang terjadi di Chernobyl dengan anjing-anjing ini mungkin sangat menarik bagi orang luar, tapi bagi para penjaga, koneksi ini jauh lebih dalam.

Bogdan berkata dia kerap ditanya mengapa para anjing ini dibiarkan saja tinggal di Zona Eksklusi.

"Mereka memberikan kebahagiaan bagi saya," jawab Bogdan. "Bagi saya, ini adalah simbol bahwa kehidupan terus berjalan di dunia pasca-apokaliptik yang dipenuhi radioaktif."

---

Anda dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris dengan judul The guards caring for Chernobyl's abandoned dogs pada laman BBC Future.