Apa yang harus - dan tidak - Anda lakukan saat gelombang panas menerpa

Sumber gambar, ARMEND NIMANI/AFP/Getty Images
Ketika suhu musim panas meningkat, menjaga agar tetap dingin haruslah diutamakan. Tetapi apa saja kiat-kiat kuno yang tetap dapat dilakukan? BBC Future mengulasnya.
Saat gelombang panas menerpa berbagai wilayah, mulai Jepang hingga ke Inggris, lalu dari Aljazair sampai ke California, semua orang memiliki banyak kiat bagaimana agar tetap dingin.
Tetapi kiat dan fakta apa yang didukung oleh bukti ilmiah? Kami memeriksa bukti tentang apakah Anda harus...
1) Memilih minuman dingin ketimbang minuman panas
Minum sebanyak mungkin cairan adalah langkah tepat selama terjadi gelombang panas agar terhindar dari kekurangan cairan sekaligus melindungi ginjal.
Namun demikian ada perdebatan apakah minuman itu harus sedingin es atau panas.
Teori di balik memilih minuman panas supaya tubuh Anda panas sementara dari dalam. Ini menyebabkan Anda berkeringat lebih banyak, sehingga membuat Anda merasa lebih dingin.
Tubuh manusia dapat menghasilkan hingga dua liter keringat per jam, yang merupakan cara efektif untuk mengurangi temperatur tubuh.
Tetapi jika cairan itu tidak diganti, Anda akan segera mengalami dehidrasi. Jadi, sejumlah kalangan merekomendasikan agar Anda tidak semata mengkonsumsi minuman panas.
Beberapa ahli juga berpendapat bahwa Anda tidak boleh terlalu banyak minum teh atau kopi, karena mengandung kafein yang menyebabkan dehidrasi.
Namun demikian, tak banyak bukti yang menunjukkan bahwa kafein dalam jumlah sedang dapat berfungsi sebagai diuretik (alias membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urine).

Sumber gambar, Stefano Guidi/LightRocket via Getty Images
Memang benar ada beberapa penelitian yang mendukung gagasan bahwa mengkonsumsi minuman dingin lebih baik.
Hal ini didasarkan penelitian terhadap beberapa orang yang berolahraga secara keras dan kemudian suhu tubuhnya diukur saat minum minuman panas atau dingin.
Dan, hasilnya, terbukti bahwa minuman dingin lebih efektif untuk mendinginkan tubuh.
Tetapi kesimpulan seperti itu kemungkinan masih menyisakan masalah yaitu berkenaan metode yang digunakan dalam mengukur suhu.
Para relawan diukur suhu badannya dengan menggunakan termometer rectal (melalui anus). Dan, seperti yang dipaparkan Ollie Jay, profesor bidang fisiologi termoregulasi di University of Ottawa, cairan dari minuman dingin langsung masuk ke perut, tidak jauh dari penempatan termometer.
Karena itu tidak mengherankan jika suhu tampaknya menurun.
Ketika timnya bereksperimen dengan melakukan pengukuran dari delapan termometer di beberapa bagian tubuh, mereka menemukan bahwa minuman panas mendinginkan tubuh lebih banyak, karena dapat meningkatkan pengeluaran keringat, seperti yang telah diperkirakan.
Jadi minuman panas dapat mendinginkan tubuh lebih baik - dengan membuat Anda berkeringat. Tentu saja, ada satu keadaan di mana minuman panas tidak akan mendinginkan Anda: jika keadaan sangat lembab atau Anda mengenakan begitu banyak baju sehingga keringat tidak dapat menguap. Dalam kasus ini, tetaplah minum air dingin.
Kesimpulan: Salah. Minuman panas akan mendinginkan tubuh lebih cepat - kecuali sangat lembab.
2) Menggunakan kipas angin
Hembusan dari kipas angin terasa melegakan. Kipas angin tidak mendinginkan udara, tetap menggerakkannya dengan tujuan menciptakan angin.
Angin tersebut berguna mempertahankan suhu tubuh normal agar tetap dingin melalui transfer panas dan penguapan keringat melalui kulit.
Dan kipas angin digunakan secara luas dalam menghadapi gelombang panas. Satu laporan kasus bahkan memberikan contoh tiga pasien yang menderita serangan panas berhasil didinginkan dengan menggunakan putaran angin yang berasal dari helikopter ringan.

Sumber gambar, Rob Carr/Getty Images
Tetapi bukti bahwa kipas angin mampu mendinginkan masih menjadi perdebatan. Para penulis dari Cochrane Reviews telah menjelajah dunia untuk melakukan uji coba terbaik.
Mereka melakukan penilaian dan mencoba mengambil kesimpulan tentang keberhasilan kipas angin dalam penanganan atau intervensi yang berbeda.
Dalam penelitian yang dilakukan pada 2012, mereka menguji kipas angin dari berbagai jenis secara acak.
Temuan mereka menunjukkan bahwa kipas angin dapat membantu mendinginkan, tapi jika suhunya sangat tinggi, justru keberadaan kipas angin dapat menghambat upaya pendinginan.
Secara umum, kipas angin dapat bekerja apabila suhunya mencapai 35 celcius. Lebih tinggi dari suhu tersebut (beberapa penelitian mengatakan pada suhu 37 celcius atau lebih tinggi), kipas angin dapat menghembuskan udara panas terhadap tubuh sehingga dapat memperburuk situasi dan dapat menyebabkan kelelahan karena panas.
Oleh karena itulah, apabila udara sangat panas, kipas angin bahkan dapat meningkatkan dehidrasi.
Keberadaan kipas angin juga menjadi kurang efektif, karena udara lembab mempersulit keringat menguap.
Namun hingga percobaan terkontrol secara acak dilakukan, kita tetap tidak akan mengetahui secara pasti apa efek yang bisa disebabkan oleh keberadaan kipas angin - dan uji coba seperti itu tidak mudah untuk direncanakan.
Peneliti perlu menyiapkan segalanya segera setelah gelombang panas muncul. Bahkan mereka mungkin harus menunggu beberapa tahun lagi sampai suhu.
Yang kita ketahui adalah bahwa kipas angin tidak selalu menjadi solusi yang sangat mudah. Pada saat gelombang panas yang terjadi pada 1999 di Cincinnati, 17 orang meninggal dunia - dan 10 diantaranya sedang menyalakan kipas angin saat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Tentu saja, yang kita tidak ketahui adalah apakah mereka meninggal terlebih dulu tanpa kipas angin, atau alasan mengapa orang-orang ini membeli kipas angin adalah karena mereka tinggal di gedung-gedung bersuhu panas.
Kesimpulan: Dibutuhkan data lebih banyak… namun jika suhu mencapai 37C, mungkin lebih baik jika kipas angin tidak dinyalakan.
3) Hanya orang-orang yang lebih tua perlu khawatir tentang efek sampingnya atas kesehatan mereka
Benar jika jumlah pasien di rumah sakit meningkat saat gelombang panas terjadi dan sebagian besar pasiennya adalah orang-orang tua.
Suhu di mana tubuh bekerja paling baik jatuh pada kisaran yang sempit - 36 sampai 37.5 celcius.
Termoreseptor di seluruh kulit, jaringan dalam, dan organ dapat mendeteksi kenaikan bahkan sekecil satu celcius.
Jika suhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh kita, kita akan berkeringat untuk mendinginkan diri.
Kita juga memancarkan panas dengan mengirimkan darah lebih banyak ke tangan dan kaki kita, karena itu tangan dan kaki kita dapat terasa sangat panas pada malam hari.
Kedua metode termoregulasi itu membuat jantung bekerja lebih banyak, itulah sebabnya orang yang lebih tua kadang dapat merasakan serangan jantung atau gagal jantung.
Dan tidak seperti dampak kesehatan akibat serangan udara dingin, serangan gelombang panas dapat terjadi secara cepat: sebagian besar kematian terjadi dalam 24 jam pertama pada saat gelombang panas terjadi.

Sumber gambar, MARTIN BUREAU/AFP/Getty Images
Masalah yang lainnya adalah orang yang lebih tua lebih sulit mengatur suhu tubuh mereka dan mereka bisa saja tidak menyadari bahwa tubuh mereka terlalu panas, yang berarti mereka bisa dehidrasi lebih cepat ketimbang orang yang lebih muda.
Namun hal itu tidak berarti bahwa hanya lansia saja yang berada dalam ancaman gelombang panas.
Bayi baru lahir dan orang-orang yang kondisi kesehatannya buruk cenderung merasakan masalah yang sama.
Begitu pula dengan siapa pun yang kesulitan bergerak, karena susah berjalan menuju jendela untuk membukanya atau mengambil minum untuk menggantikan cairan yang hilang akibat berkeringat.
Jika udara panas pada siang dan malam hari, tubuh akan sulit mendinginkan dirinya sendiri.
Gelombang panas yang melanda Eropa pada 2003 diperkirakan telah menewaskan setidaknya 30.000 orang. Dari 15.000 yang meninggal di Prancis, 1.321 diantaranya berumur di bawah 64 tahun.
Kesimpulan: Salah. Orang yang lebih tua harus sangat berhati-hati, hal yang sama juga berlaku untuk orang-orang yang lebih muda.
4) Membuka semua jendela
Membuka semua jendela adalah langkah pertama dilakukan oleh sebagian besar dari kita saat udara sedang panas. Namun pada siang hari, hal itu justru membuat lebih panas.

Sumber gambar, MAHMUD HAMS/AFP/Getty Images
Sebaiknya Anda hanya membuka jendela jika udara di luar lebih dingin ketimbang udara di dalam ruangan, yang kemungkinan bisa terjadi pada malam hari.
Dalam cuaca yang sangat panas, sebaiknya Anda menutup jendela pada siang hari. Karena di dalam ruangan lebih teduh udaranya biasanya jadi lebih dingin.
Meskipun angin bertiup ke dalam rumah atau kantor Anda, apabila anginnya panas, itu tidak akan mendinginkan Anda.
Dan ketika serbuk sari sedang banyak, jendela dalam keadaan terbuka akan menyebabkan demam akibat alergi musim semi.
Kesimpulan: Salah - jika udara di luar ruangan lebih panas daripada udara di luar ruangan. Namun saat malam hari, membuka jendela dapat membuat Anda merasa lega.
5) Menenggak bir
Pada film Ice Cold in Alex (1958), karakter Sir John Mills terlihat tidak sabar untuk meninggalkan padang pasir dan sedang menenggak segelas bir dingin.
Ketika akhirnya dia tiba di tempat tujuan, dia lantas duduk di sudut bar dan disuguhi segelas bir dingin. Setelah menenggaknya, dia mengumbar kata-kata yang kelak akan menjadi terkenal: "Layak untuk ditunggu."
Anda tidak harus berjuang melewati padang pasir Afrika Utara untuk mendambakan segelas bir di siang hari yang panas. Namun apakah itu akan membantu mendinginkan Anda? Sebenarnya tidak.

Sumber gambar, Michal Fludra/NurPhoto via Getty Images
Jika hanya segelas bir, itu tidak akan menyakiti Anda. Dalam beberapa studi, para peneliti meminta sejumlah orang berolahraga sampai mereka kepanasan dan lalu membandingkan pemulihan mereka ketika mereka menenggak bir beralkohol dan tidak beralkohol.
Dalam penelitian pada 1985 ketika orang-orang berolahraga di lingkungan yang hangat dan lembab, seperti yang telah diperkirakan, terjadi "puncak pengeluaran urine" setelah menenggak bir dan itu tidak baik.
Hal itu menunjukkan bahwa tubuh kehilangan cairan ketimbang menyimpannya. Namun jika dibandingkan dengan bir yang bebas alkohol dan bir yang memiliki kandungan alkohol sedikit, perbedaannya kecil.
Penelitian termutakhir menemukan hal yang mirip. Meskipun minuman isotonik dan air bening lebih efektif dalam menghilangkan dehidrasi, bir tetap lebih menghilangkan dehidrasi ketimbang yang diharapkan.
Dan penelitian di Spanyol terhadap beberapa orang yang berlari 40 menit di atas treadmill menemukan bahwa air dan bir sama-sama menghilangkan dehidrasi.
Tidak ada yang tahu persis mengapa orang yang minum bir membuat mereka lebih sering ke kamar kecil. Ada hipotesa yang menyebut hal itu terjadi karena tubuh yang mengalami dehidrasi dan membutuhkan lebih banyak bir ketimbang cairan lainnya.
Walaupun sudah ada penelitian skala yang terbatas, dan itu pun belum secara khusus meneliti suhu tubuh, kita belum bisa mengetahui penjelasan secara ilmiah mengapa bir dapat mendinginkan suhu tubuh Anda.
Namun penelitian itu sudah menunjukkan bahwa segelas maupun dua gelas bir tetap dapat membuat Anda tidak mengalami dehidrasi ketimbang sebaliknya.
Jadi mungkin segelas bir seperti yang terekam dalam film Ice Cold in Alex patut untuk dinantikan.
Kesimpulan: Benar - setidaknya jika hanya segelas maupun dua gelas.
Anda dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris What you should - and shouldnt - do in a heatwavedan artikel lainnya di BBC Future.













