Mitos mengenai tubuh dan kebenarannya

Dari tubuh berbentuk seperti "gitar" hingga berat bedan yang ideal, BBC Future akan menjelaskan beberapa kesalahpahaman terkait mitos-mitos tubuh manusia.
Orang gemuk
Mitos: Orang gemuk tidak memiliki metabolisme yang lamban. Orang gemuk punya organ yang lebih besar dan setiap organnya menghabiskan banyak energi.
Kenyataannya: Benar bahwa otot memakan energi tiga kali lebih banyak dari lemak, tapi sel-sel dari organ tubuh manusia yang lain bahkan memakan lebih banyak energi. Orang yang bertubuh gemuk punya organ-organ dan sel yang besar untuk menjaga tubuh mereka ketimbang orang yang bertubuh kurus. Ini berarti bahwa konsumsi energi mereka secara keseluruhan -atau kecepatan istirahat metabolisme mereka- lebih besar. Sumber: Journal of Nutritional Sciences
Pantat yang besar
Mitos: Pantat yang besar belum tentu lebih baik dari perut yang besar. Para ilmuwan dulu sempat berpikir bahwa tubuh yang berbentuk seperti buah pir lebih baik daripada tubuh yang berbentuk seperti apel - tapi itu tidak benar.
Kenyataannya: Apakah Anda seorang yang memiliki tubuh berbentuk seperti buah apel dan memiliki lemak di sekitar perut atau seperti buah pir di mana lemak lebih banyak ada di pantat, pinggul dan paha? Dulu, "apel" yang umumnya dianggap berisiko tinggi memiliki penyakit jantung dan diabetes karena lemak di perut mengeluarkan zat kimia yang meningkatkan peradangan, tekanan darah dan menyebabkan resistensi insulin. Sebaliknya, lemak yang ada di bokong dianggap relatif jinak, namun penelitian terbaru dari University of California di Davis menunjukkan bahwa lemak ini juga mengandung zat-zat berbahaya. Dengan kata lain, apa pun bentuk tubuh Anda, terlalu banyak lemak tidak baik. Sumber: University of California, Davis

Bentuk tubuh
Mitos: Sebagian besar wanita Inggris memiliki tubuh berbentuk persegi panjang. Bentuk tubuh yang juga umum lainnya adalah seperti buah pir, sendok dan segitiga.
Kenyataannya: Meskipun banyak wanita suka berpikir mereka memiliki bentuk tubuh seperti "jam pasir" (sebuah pir dengan beberapa apel di atasnya) sebuah alat penindai (scanner) 3D menunjukkan hasil yang lain.
Ketika beberapa peneliti dari Manchester menggunakan mesin penindai terhadap 240 wanita Inggris, mereka menemukan bahwa 63% dari mereka memiliki payudara, pinggang dan bahu dengan ukuran yang sama, dan pinggang yang kecil sehingga tubuh mereka cenderung berbentuk "persegi panjang".
Hanya 13% yang memiliki bentuk tubuh seperti "jam pasir", sisanya "pir" (8%), "sendok" (jam pasir yang atasnya berat) (7%), "segitiga terbalik" (6%) dan "segitiga" (3%).
Seiring dengan usia, bentuk tubuh perempuan juga menjadi lebih persegi panjang: 80% wanita di atas usia 56 berada dalam kategori ini. Sumber: Manchester Metropolitan University
Payudara pria
Mitos: Payudara pria tidak terbuat dari lemak, tapi memang merupakan payudara. Estrogen yang berlebihan dapat memicu berkembangnya jaringan payudara.
Kenyataannya: Meskipun "payudara pria" - alias ginekomastia - kerap ada seiring dengan adanya perut buncit dan dagu ganda, mereka tidak selembek yang terlihat. Bahkan, dalam banyak kasus mereka disebabkan oleh pertumbuhan jaringan payudara.
Pria dengan kelebihan berat badan kadang-kadang akan memiliki payudara karena sel lemak memproduksi hormon perempuan, estrogen, yang akan menstimulasi pertumbuhan payudara. Dan walau testosteron biasanya akan menghambat pertumbuhan tersebut, jumlah testosteron menurun seiring dengan usia pria. Sumber: UK National Health Service
Pria gemuk
Mitos: Pria gemuk bisa bertahan lebih lama dalam berhubungan badan ketimbang pria kurus. Pria gemuk memiliki stamina tiga kali lebih besar saat seks.
Kenyataannya: Ketika beberapa peneliti Turki menyurvei 200 orang, mereka menemukan bahwa pria dengan Indeks Massa Tubuh yang besar dan perut yang buncit akan tahan rata-rata 7,3 menit di tempat tidur, sedangkan laki-laki yang lebih ramping sekitar 2 menit, dan lebih mungkin untuk menderita ejakulasi dini.
Alasannya mungkin karena testosteron yang kurang. Namun meski laki-laki besar mungkin dapat bertahan lebih lama, mereka mungkin juga harus berjuang: sebab kelebihan berat badan juga berhubungan dengan disfungsi ereksi. Sumber: International Journal of Impotence Research
Anda dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris <italic><link type="page"><caption> Five myths and truths about the body</caption><url href="http://www.bbc.com/future/story/20151120-five-myths-and-truths-about-the-body" platform="highweb"/></link></italic> dan artikel lainnya di <link type="page"><caption> BBC Future</caption><url href="http://www.bbc.com/future" platform="highweb"/></link>.









