Apa saja kegiatan produktif yang bisa dilakukan di atas kereta komuter?

Sumber gambar, AFP/Peter Parks
Sebelum membuka bisnis barunya, Peter Yang — yang setiap hari melakukan perjalanan komuter selama 75 menit, suka melempar pertanyaan ke penumpang yang duduk di sampingnya.
"Biasanya saya tanya ke siapapun yang kebetulan duduk di sebelah, apa mereka mau mengupah orang untuk menulis surat lamaran kerja,'' ujarnya. "Ada banyak orang yang kesulitan menulis surat lamaran kerja yang menarik dan menjual. Itu sebabnya ini peluang bisnis yang menjanjikan."
Sekarang Yang adalah salah satu pendiri ResumeGo, perusahaan yang menawarkan jasa penulisan riwayat hidup. Dia memulainya dari tahun 2015 dan kalau bukan karena perjalanan komuter dari tempat tinggalnya di New Jersey ke kantor di New York tempat dia bekerja penuh, mustahil itu terwujud. Kemungkinan dia butuh waktu lebih lama untuk membuat perusahaannya lepas landas.
Nyaris setahun lamanya, Yang terus menyapa penumpang di bangku komuter untuk diajak berdiskusi soal bisnis. Dia tak henti-hentinya memikirkan cara untuk membangun bisnisnya sendiri. Dan di sela-sela perjalanan komuter juga dia sibuk mengontak calon rekanan bisnis via telepon, sebab mereka mungkin juga sedang dalam perjalanan komuter di kereta yang lain.
"Waktu kosong di kereta komuter yang membantu saya memberikan sebagian energi untuk berpikir tentang bisnis," kata dia.

Sumber gambar, AFP/Dmitry Serebryakov
Barangkali tidak semua orang seproduktif Yang, tapi yang jelas banyak orang yang melakukan perjalanan komuter ingin mengisi waktu di atas kereta. Di Amerika, rata-rata lama waktu komuter 26,4 menit atau naik 21% dari tahun 1980. Sedangkan komuter di London dan Manchester menghabiskan sekitar 85 menit sehari untuk berangkat dan pulang kerja.
Naiknya biaya hidup di kota-kota besar seperti New York, London, dan Beijing memaksa banyak orang memilih tinggal di wilayah pinggiran dan sekitarnya, sehingga tidak banyak pilihan selain menempuh perjalanan panjang ke kantor setiap harinya. Di Beijing, lama komuter rata-rata satu jam.
Daripada hanya menatap ponsel, kita bisa memakai waktu dengan meningkatkan keahlian, memulai bisnis baru, belajar bahasa baru, dan masih banyak lagi.

Sumber gambar, Getty Images/Chris Hondros
Itulah yang dilakukan Mark Smith selama perjalanan berjam-jam dari Haddenhan di Buckinghamshire ke London, tempatnya bekerja di Departemen Transportasi.
Selama bertahun-tahun Smith membunuh waktu di kereta dengan membaca buku. Suatu hari di tahun 2011 dia tidak lagi membeli pembatas halaman baru. Tapi dia membeli buku tentang HTML — bahasa komputer yang digunakan untuk menciptakan sebuah laman.
Butuh dua hari menghabiskan buku itu di kereta komuter, sesudahnya dia membuat sebuah situs web satu halaman, Seat61, yang menjelaskan bagaimana cara naik kereta dari London ke berbagai kota di Eropa.
Dia sangat tertarik dengan subjeknya, sebab dia suka sekali traveling tapi merasa kurang memperoleh informasi tentang jalur kereta yang beroperasi antara Inggris dan negara-negara di Eropa. Saat koran Guardian menyebut situs tersebut sebagai situs travel terbaik pekan ini, tepatnya pada Mei 2001, dia tersadar akan peluang yang baru saja diciptakan.
Beberapa bulan kemudian, Smith membeli komputer jinjing dan mulai menambah halaman situs tersebut. Kontennya pun bertambah di setiap perjalanan komuternya. Di saat yang tepat, penghasilannya dari situs tersebut cukup dan dia memutuskan berhenti kerja di tahun 2007. Waktunya total diberikan untuk mengurus situs tersebut.
Sulit membayangkan, seandainya dia tidak harus komuter ke London setiap hari, mungkin Seat 61 tidak pernah ada, kata dia.
''Kalau saya tidak harus menggunakan komuter, mungkin buku yang saya baca tidak akan sebanyak ini,'' ujarnya. ''Malahan, apakah saya akan membeli buku dan membaca? Kemungkinan tidak.''
Tutup kuping dan menjauhi keriuhan
Soal mengisi waktu supaya lebih produktif, itu penting. Tapi di sisi lain, yang juga penting adalah bisa menyelesaikan pekerjaan yang sudah dimulai. Buat Smith, tak jadi soal jika dia selama berulang-alik harus berbagi ruang dengan orang yang tidak dia kenal. Justru menurut dia, di kereta distraksinya relatif lebih kecil daripada di kantor. Tidak ada yang menginterupsi saat dia bekerja atau mengajak ngobrol.
Namun, dia juga bilang bahwa perjalanan komuter 30 menit tidak akan cukup - butuh waktu setidaknya satu jam lebih.

Sumber gambar, Getty Images/JUNG YEON-JE
Bagi Nancy Noto, headphone yang mampu meredam berbagai suara sekitar atau noise cancelling headphone sangat membantunya dalam menyelesaikan studi master bidang psikologi organisasi sosial selama perjalanan 45 menit dengan kereta komuter dari Manhattan ke Queens, di New York. Sempat bekerja penuh, kemudian menjajal bisnis rintisan, sekarang dia memiliki bisnis sumber daya manusia sendiri dan ikut kelas di malam hari. Tidak banyak waktu tersisa untuk belajar.
Dia juga memutuskan memakai waktu komuter sebaik mungkin. Setiap hari dia memasang headphone dan membaca buku teks yang sudah diunggah ke perangkat Kindle.
''Saya ingin semua selesai sebelum sampai di rumah, sekitar pukul 10 malam,'' kata dia. ''Itu alasan kenapa saya menggunakan waktu selama di atas kereta komuter - supaya saya bisa santai dan tidur begitu sampai di rumah.''
Rencanakan dengan baik
Untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin selama di atas komuter, kata Clare Evans, konsultan manajemen waktu di Inggris, ada dua hal yang harus diingat: rencanakan dan bersikap realistis. Orang yang tahu betul apa yang ingin mereka capai bisa lebih fokus ketimbang mereka yang tidak tahu apa yang harus dilakukan, kata dia.
''Putuskan Anda ingin membaca berapa halaman atau mendengarkan satu podcast atau menulis beberapa catatan,'' kata dia. ''Tentukan target yang ingin Anda capai dengan waktu yang tersedia.''
Penting juga bersikap realistis dengan waktu dan lingkungan sekitar Anda, kata dia. Jika Anda butuh konsentrasi, perjalanan komuter di pagi hari terlalu sibuk sehingga kurang cocok untuk aktivitas semacam itu. Jika Anda dapat tempat duduk yang nyaman di kereta dan tahu Anda bisa menghabiskan 40 menit menulis satu bab, berarti cocok untuk merencanakannya.

Sumber gambar, Getty Images/Spencer Platt
Di saat sebagian orang menghindari perjalanan komuter berdurasi panjang, Peter Yang, kini bekerja dari rumah atau dari kantor dekat tempat tinggalnya, merasa kehilangan masa-masa berada di atas komuter.
''Saya kangen juga dengan masa-masa di atas kereta komuter dimana saya bisa fokus dengan bisnis,'' kata dia. ''Tapi sekarang saya punya lebih banyak waktu bersama keluarga, jadi dua-duanya punya sisi positif dan negatif juga.''

Anda bisa menikmati artikel lain dari BBC Capitalatau membaca versi Bahasa Inggris artikel ini yang berjudul How your commute could help to change your life









