Kontingen pengungsi akan berlaga di Olimpiade Rio 2016

Sebuah kontingen atlet yang terdiri dari para pengungsi akan bertanding dalam Olimpiade di Rio de Janeiro, Brasil.
Sebanyak 43 calon atlet telah dimasukkan dalam sebuah kontingen bernama Tim Atlet Pengungsi Olimpiade (ROA). Alih-alih membela sebuah negara, mereka akan berlaga di bawah bendera Olimpiade.
"Dengan menyambut ROA ke Olimpiade di Rio ini, kami ingin mengirimkan sebuah pesan harapan kepada semua pengungsi dunia. Tim ini akan diperlakukan sama seperti tim-tim lainnya," kata Presiden Komite Olimpiade Internasional, Thomas Bach.
Selain kemampuan olahraga, kriteria seleksi untuk kontingen ROA akan mencakup kondisi pribadi dan status para pengungsi PBB yang sudah diverifikasi.
Para atlet ini kemudian akan didukung dengan dana untuk latihan.
"Jumlah atlet dalam tim ini mungkin antara lima hingga 10 orang," kata Bach. "Kami tidak punya target. Ini sangat tergantung pada kualifikasi olahraga."
Kontingen ROA ini akan ditempatkan di perkampungan atlet dan akan mengikuti upacara pembukaan sebagai tim kedua terakhir, setelah tuan rumah Brasil.
Komite Olimpiade Internasional (IOC) juga meminta jaminan atas virus Zika, penjualan tiket yang lambat, pencemaran air dan berbagai fasilitas.
Tiket Olimpiade
Perhelatan ini akan berlangsung pada 5-21 Agustus. Sejauh ini, jumlah tiket yang terjual belum mencapai setengah dari 7,5 juta lembar tiket yang dicetak.
Adapun penjualan tiket yang lebih mahal untuk acara-acara premium dan upacara pembukaan telah mencapai 74% atau US$195 juta (sekitar Rp2,6 triliun), namun pembangunan sarana Olimpiade ini dibayangi oleh penurunan ekonomi di Brasil, kekacauan politik dan wabah virus Zika.
Jika dibandingkan dengan Olimpiade 2012 di London, penjualan tiket telah menembus target pendapatan beberapa bulan sebelum penjualan tiket resmi dimulai karena permintaan yang sangat banyak. Secara keseluruhan, 96% dari 8,2 juta tiket telah habis terjual.
'"Saya tidak punya masalah sama sekali di sana," kata Bach.
"Orang-orang Brasil, mereka tidak membeli tiket pada tahap awal tersebut, seperti orang-orang Inggris ataupun Jerman. Tidak ada kekhawatiran sama sekali. Kami memiliki angka pembanding sebelum gelaran Olimpiade lainnya. "Saya tidak ragu bahwa ketika saatnya tiba, angka-angka ini akan meningkat."

Virus Zika
Brasil telah menjadi pusat penyebaran virus nyamuk Zika, yang dikaitkan dengan meningkatnya kasus-kasus bayi yang lahir dengan ukuran kepala yang jauh lebih kecil.
Ketika Asosiasi Olimpiade Inggris memperingatkan para wanita hamil untuk menghindari semua perjalanan yang tidak penting ke Brasil, IOC mengatakan akan terus mengikuti saran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mengatakan bahwa Brazil seharusnya aman selama musim dingin.
Direktur Komunikasi Olimpiade Rio 2016, Mario Andrada, mengatakan para atlet akan memiliki AC di kamar-kamar mereka dan akan disarankan untuk menutup jendela-jendela untuk untuk menghindari nyamuk.
"Zika merupakan sebuah target bergerak," katanya. "Ini adalah tragedi global, terutama bagi kaum perempuan dan wanita hamil. Tapi dari perspektif pertandingan yang lebih luas, WHO meyakini hal itu tidak akan menjadi sebuah faktor utama."
Buang-buang dana
Andrada juga mengatakan bahwa pemerintah Brasil akan mengeluarkan sebuah keputusan presiden untuk memastikan bahwa dana senilai US$25juta atau sekitar Rp331 miliar untuk uji laboratorium di Rio tidak akan terbuang percuma.
Badan Anti-Doping Dunia telah mengeluarkan batas waktu sampai tanggal 18 Maret untuk Brasil agar mematuhi undang-undang doping internasional.
Keputusan, yang akan diterbitkan pada tanggal 15 Maret ini, akan "menyelesaikan masalah ini", menurut Andrada, karena tidak ada cukup waktu untuk mendorong undang-undang baru melalui parlemen.
Berbagai fasilitas dan air
Sebelum virus Zika berjangkit, ada banyak masalah kesehatan yaitu soal pencemaran di perairan yang akan dijadikan sebagai tempat beberapa cabang olahraga berlangsung.
Akibatnya, Teluk Guanabara, yang akan menjadi tuan rumah cabang olahraga berlayar dan berenang, serta laguna yang akan menjadi tempat berlangsungnya olahraga dayung dan kano menjadi tempat utama untuk meningkatkan pengujian.
Kedua tempat itu akan diperiksa setiap hari mulai bulan April mendatang, dan kemudian setiap hari selama pertandingan berlangsung.
Selain itu, Andrada mengklaim bahwa hampir semua tempat-tempat pertandingan sudah siap untuk gelar Olimpiade, ia mengatakan: "Semua tempat pertandingan sudah siap, hampir sekitar 95%.
"Velodrome atau tempat balap sepeda masih membutuhkan sedikit perbaikan, namun akan siap pada akhir April nanti."










