Gara-gara skandal doping atletik, Rusia 'kecil kemungkinan' ikut Olimpiade 2016

Atlet Rusia

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Komisi yang dibentuk Badan Anrtidoping Dunia mengusulkan agar Federasi Atletik Internasional menerapkan larangan seumur hidup terhadap lima pelari dan lima pelatih Rusia.

Kecil kemungkinan Rusia turut serta dalam Olimpiade Rio tahun depan, kata Ketua Atletik Eropa Svein Arne Hansen.

"Sementara ini mereka harus memenuhi persyaratan, tapi saya benar-benar tidak bisa melihat mereka ikut kompetisi di Rio," kata Hansen.

Pada 13 November lalu, Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF) menangguhkan partisipasi Federasi Atletik Rusia (Araf) dalam semua kompetisi internasional setelah<link type="page"><caption> laporan badan independen Badan Antidoping Internasional (WADA)</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/08/150802_sport_atletik_skandal.shtml" platform="highweb"/></link> menuduh pemerintah Rusia mengongkosi praktik doping para atletnya.

Komisi yang dibentuk WADA juga mengusulkan agar IAAF menerapkan larangan seumur hidup terhadap lima pelari dan lima pelatih Rusia.

<link type="page"><caption> Kremlin menolak tuduhan tersebut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/11/151110_olahraga_rusia_doping.shtml" platform="highweb"/></link>, menyebutnya "tidak berdasar".

Untuk mengecek kebenaran tudingan itu, Komite Inspeksi IAAF dijadwalkan mengunjungi Rusia pada Januari 2016 nanti.

Komite ini diperkirakan bakal melapor kepada Dewan IAAF paling cepat pada pertemuan di Cardiff, Wales, 27 Maret, kurang dari lima bulan sebelum Olimpiade 2016 dimulai.

"Mereka harus mengubah budaya," kata Hansen kepada majalah Athletics Weekly.

"Mereka harus menyingkirkan semua orang dari (manajemen) sebelumnya. Kami tahu ada beberapa orang baik dalam atletik Rusia dan saya yakin mereka akan terpilih. Kami berharap beberapa orang baru akan datang, yang sungguh-sungguh paham bahwa ini harus diubah."

Dalam <link type="page"><caption> acara dokumenter yang disiarkan stasiun televisi Jerman, Das Erste</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2014/12/141204_doping_rusia" platform="highweb"/></link>, ditengarai sekitar 99% atlet Rusia di cabang atletik menggunakan doping.

Beberapa atlet bahkan menyebut secara terang-terangan bahwa para pejabat Rusia secara sistematis menerima pembayaran dari para atlet untuk mendapatkan bahan yang dilarang dan menutup-nutupi tes doping.