Tuduhan doping adalah 'pernyataan perang' terhadap atletik

Sebastian Coe

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Sebastian Coe akan mencalonkan diri sebagai presiden IAAF pada pemilihan mendatang.

Wakil ketua IAAF dan peraih empat medali emas Olimpiade Sebastian Coe menyatakan tuduhan tentang doping dalam dunia atletik adalah 'pernyataan perang'.

Coe yang kini menjadi politisi di Inggris ini menyatakan sudah waktunya untuk 'keluar dan bertempur' untuk melindungi reputasi cabang olahraga tersebut.

<link type="page"><caption> Harian The Sunday Times dan stasiun TV Jerman menerbitkan data hasil tes darah 5.000 atlet</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/08/150802_sport_atletik_skandal" platform="highweb"/></link> dan menyebutnya sebagai 'skala kecurangan luar biasa'.

<link type="page"><caption> Asosiasi federasi atletik dunia IAAF menyatakan hasil tes darah itu tidak positif</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/08/150804_olahraga_iaaf_doping.shtml" platform="highweb"/></link> membuktikan pemberian obat penguat secara ilegal.

"Ini adalah pernyataan perang terhadap bidang olahraga saya. Tak ada dalam sejarah kompetensi dan integritas kami dalam hal pengujian doping yang pantas mendapat serangan seperti ini," kata Coe.

Tuduhan bermula ketika surat kabar the Sunday Times dan stasiun televisi Jerman ARD/WRD memperoleh berbagai berkas yang menunjukkan 12.000 hasil uji darah dari 5.000 atlet.

Dilaporkan, sepertiga dari 146 medali, termasuk 55 medali emas, dalam berbagai lomba di Olimpiade dan kejuaraan dunia antara 2001 dan 2012 dimenangkan oleh atlet-atlet yang hasil uji dopingnya mencurigakan.

Lebih dari 800 atlet menunjukkan hasil uji darah yang amat mungkin positif doping atau setidaknya, abnormal.

Dalam komentar resminya, IAAF "menolak keras" tuduhan tersebut dan menyatakan laporan jurnalisme itu 'sensasional dan membingungkan'.