IOC akan bertindak tanpa ampun soal skandal 'doping'

Thomas Bach

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Thomas Bach meminta tetap berpegang pada praduga tak bersalah selagi tuduhan ini belum terbukti.

Komite Olimipade Internasional (IOC) menyatakan akan bertindak dengan "tanpa ampun" seandainya skandal 'doping' yang terjadi di cabang olahraga atletik benar adanya.

Presiden IOC Thomas Bach menyatakan hal itu sehubungan dengan beredarnya data di harian The Sunday Times mengenai doping -penggunaan obat peningkatan kemampuan fisik secara ilegal- terhadap 5.000 orang atlit yang disebut sebagai "kecurangan dalam skala luar biasa".

Data ini milik Asosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF).

Bach mengatakan, "Saat ini kita tak punya apapun kecuali tuduhan itu, dan kita harus menghormati praduga tak bersalah".

Data tes darah, meliputi periode 2001 dan 2002, diberikan oleh pembocor rahasia atau whistleblower kepada sebuah stasiun TV Jerman, ARD/WDR, dan The Sunday Times.

"Jika kasus ini meliputi juga hasil Olimpiade, IOC akan bertindak tanpa ampun, sebagaimana kebijakan kami biasanya," tegas Bach.

WADA

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Komisi independen anti doping (WADA) siap menyelidiki tuduhan skandal ini.

Sunday Times dan ARD/WRD mendapatkan akses terhadap 12.000 hasil tes dari 5.000 orang atlet.

Data itu -yang juga dilihat oleh BBC- memperlihatkan sepertiga dari seluruh medali di perlombaan daya tahan (sebanyak 146 medali, 55 diantaranya emas) di Olimpiade dan Kejuaraan Dunia dimenangkan oleh atlit yang catatan tesnya meragukan, menurut ahli independen yang menganalisa data.

Lebih dari 800 atlit -satu dari tujuh nama dalam data itu- catatan tes darahnya digambarkan oleh para ahli sebagai "memperlihatkan kecenderungan doping, atau setidaknya sangat tidak normal".

Data itu tidak bisa menjadi bukti doping - tetapi pengungkapan ini membangkitkan pertanyaan lebih serius apakah dunia olahraga telah melakukan upaya yang cukup untuk memerangi perilaku curang.

Jessica Ennis-Hill

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Jessica Ennis-Hill mengajukan banding agar medalinya ditingkatkan setelah peraih emas asal Rusia dinyatakan doping.

Komisi independen anti doping (WADA) akan menyelidiki klaim yang disiarkan oleh stasiun TV ARD/WDR dalam acara dokumenter mereka 'Doping - Top Secret: The Shadowy World of Athletics'.

Sepuluh medali pada Olimpiade London 2012 dimenangkan oleh atlit dengan hasil tes meragukan, sementara di beberapa perlombaan final, atlit yang mencapai tiga posisi teratas tercatat memiliki hasil tes yang meragukan.

Awal tahun ini, atlit Inggris Jessica Ennis-Hill mengajukan banding kepada IAAF untuk mengangkat perolehan medali perak yang ia menangkan di Kejuaraan Dunia Atletik 2011 sesudah peraih medali emas Tatyana Chernova dinyatakan terlibat doping.

Tatyana dilarang berlomba selama dua tahun.