Revolusi sepak bola Cina dapat mengubah bisnis

Sumber gambar, EPA
Keputusan penanam modal Cina baru-baru ini untuk menguasai 13% saham perusahaan induk Manchester City, membuat dunia menyoroti kebangkitan perhatian negara itu pada sepak bola.
Ekonomi kedua terbesar dunia ini tidak pernah menjadi adidaya sepak bola. Mereka hanya pernah satu kali masuk kualifikasi Piala Dunia.
Sementara penduduknya sepertinya lebih tertarik pada bola basket NBA daripada olahraga yang dikenal di Inggris sebagai "permainan rakyat".
Tetapi dalam beberapa tahun terakhir investor dan perusahaan <link type="page"><caption> Cina secara diam-diam menguasai saham di sejumlah klub sepak bola di Inggris, Spanyol, Prancis, Belanda dan Republik Ceko</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2012/08/120802_china_intermilan" platform="highweb"/></link>.
Sementara Presiden Xi Jinping telah menyatakan kecintaannya terhadap sepak bola.
Jadi mengapa Cina sekarang menguasai saham klub Eropa?
Jawabannya, diantaranya, adalah keinginan negara itu untuk terlihat yang terbaik di panggung dunia, lewat pengembangan sepakbola dan tim nasional, menciptakan kelompok masyarakat penggemar bola, dan berbagai perusahaan menggunakan klub ini untuk menciptakan kehadiran mereka di Eropa.
"Cina senang menjadi penguasa dan berhasil dalam semua hal yang mereka lakukan," kata Simon Chadwick, pimpinan bisnis olahraga di Coventry University Business School kepada wartawan BBC Bill Wilson.









