Cina investigasi kerusuhan sepakbola

Pendukung Jianye FC terlibat bentork dengan polisi setelah tim kesayangannya menelan kekalahan dalam salah satu pertandingan di Liga Cina
Keterangan gambar, Pendukung Jianye FC terlibat bentork dengan polisi setelah tim kesayangannya menelan kekalahan dalam salah satu pertandingan di Liga Cina

Persatuan Sepakbola Cina mengatakan tengah melakukan investigasi bentrokan berdarah antara pendukung sepakbola Jianye FC dengan polisi.

Seperti dilaporkan harian beijing times, kerusuhan itu terjadi Rabu (18/8) di ibukoat Provinsi Jianye, Zhengzhou. Kerusuhan diawali kekalahan tim tuan rumah Jianye 0-2 dari Jiangsu Shuntian.

Akibat kerusuhan itu, 10 orang terluka setelah pendukung tim tuan rumah melemparkan batu ke arah polisi ketika meminta manajemen klub memecat orang-orang yang dianggap bertanggung jawab atas kekalahan itu.

Beberapa penonton membakar tiket mereka dan beberapa yang lain menggunakan tabung pemadam kebakaran untuk melawan polisi.

"Persatuan Sepakbola Cina (CFA) saat ini tengah melakukan investigasi peristiwa itu. Dan badan terkait akan memastikan situasinya," kata juru bicara CFA Dong Hua.

Sejumlah laporan mengatakan sejak akhir Piala Dunia 2010 Cina kerap dilanda kekerasan yang melibatkan pendukung, pemain hingga pelatih sepakbola.

"Banyak pendukung sepakbola selalu terlibat perkelahian setelah pertandingan di luar stadion. Dan kondisi ini terkait masalah sosial," kata Kepala Divisi Profesional CFA Liu Dianqiu.

"Klub harus mengkomunikasikan masalah ini kepada para penggemar dan memperhatikan lebih serius masalah keamanan," tambah dia.

Selain masalah kerusuhan, sepakbola Cina juga kerap diwarnai suap dan pengaturan hasil pertandingan. Januari lalu, mantan petinggi CFA Nan Yong dan dua petinggi CFA lainnya ditahan karena tuduhan menerima suap dan mengatur hasil pertandingan.