Mantan bek Spurs siap maju dalam pemilihan Presiden FIFA

Sumber gambar, Getty
Mantan pemain belakang Tottenham Hotspurs, Ramon Vega mengatakan tengah mempertimbangkan untuk maju dalam pencalonan Presiden FIFA.
Ramon Vega, yang pernah memperkuat timnas Swiss, telah bekerja di dunia keuangan semenjak dia gantung sepatu pada 2004 silam.
"Saya tak memiliki beban apapun, dan saya memiliki pengalaman penting di bidang sepak bola dan keuangan," kata Vega.
Sebelumnya, rekan setimnya di Sprus, David Ginola gagal maju dalam pencalonan Presiden FIFA pada Mei 2015 lalu yang saat itu dimenangkan oleh Sepp Blatter.
Vega mengatakan kepada BBC Sport bahwa dia akan mengambil keputusan dalam tiga sampai lima hari ke depan.
Diskors
FIFA akan menggelar <link type="page"><caption> pemilihan jabatan presiden</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/10/151014_olahraga_fifa_pemilihan" platform="highweb"/></link> setelah presiden saat ini, Sepp Blatter, diskors oleh Komite Etik FIFA selama 90 hari atas tuduhan korupsi.

Sumber gambar, PA
Para pejabat senior FIFA telah menetapkan bulan Februari sebagai waktu pencoblosan, namun dengan keputusan skors 90 hari terhadap Blatter dan presiden UEFA -yang juga wakil presiden FIFA- Michel Platini, muncul wacana agar pemilihan pada awal tahun depan ini ditunda.
Sejauh ini Blatter, Sekjen Jerome Valcke, dan Platini menyangkal tudingan telah melanggar aturan dan <link type="page"><caption> telah mengajukan banding</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/10/151010_olahraga_platini_banding" platform="highweb"/></link> atas sanksi FIFA itu.
Platini merupakan calon kuat untuk menggantikan kedudukan Blatter.
Komite etik FIFA memulai investigasinya setelah jaksa agung Swiss melakukan pemeriksaan pidana terhadap Blatter bulan September lalu.
Blatter dituduh menandatangani kontrak "yang tidak menguntungkan" FIFA dan mengeluarkan pembayaran yang tidak jelas pada Platini.









