Dua orang atlet Kenya gagal tes doping

Joyce Zakary

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Joyce Zakary dan rekannya Koki Manunga menerima larangan berkompetisi sesudah dinyatakan gagal tes doping.

Dua pelari Kenya diskors setelah hasil tes mereka membuktikan adanya penggunaan obat penguat, dalam Kejuaraan Atletik Dunia yang tengah berlangsung di Beijing, menurut pengumman IAAF.

Joyce Zakary, 29, dan Koki Manunga, 21, menerima larangan sesudah diadakan tes oleh badan atletik dunia itu.

Mereka berkompetisi pada cabang 400 meter dan 400 meter gawang dan dites di hotel mereka pada tanggal 20 dan 21 Agustus.

Zakary adalah pemegang rekor nasional Kenya untuk lari 400 meter -dengan waktu 50,71 detik- yang ia buat pada perlombaan hari Senin (24/08).

Namun Zakary tidak berlomba pada babak seminfinal yang sudah dijadwalkan pada hari Selasa (25/08).

Manunga berada di urutan keenam pada lomba 400 meter gawang dengan catatan waktu 58,96 detik.

Badan atletik Kenya (AK) menyatakan sudah bertemu dengan IAAF dan atlet yang terlibat serta memulai penyelidikan terhadap situasi ini.

"Tindak lanjut akan dilakukan di Kenya," kata AK.

Awal bulan ini, lembaga dunia anti doping (WADA) mengumumkan mereka akan memulai penyelidikan yang "mendesak" terhadap tuduhan meluasnya doping di cabang olahraga atletik.

Harian The Sunday Times Inggris sempat<link type="page"><caption> menerbitkan data 5.000 atlet yang dikatakan sebagai "kecurangan dalam skala luar biasa"</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/08/150802_sport_atletik_skandal.shtml" platform="highweb"/></link>.