IAAF dituduh menyembunyikan laporan mengenai atlet yang doping

IAAF

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Ratusan atlet pada tahun 2011 mengaku telah bertindak curang

Asosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF) menyembunyikan sebuah penelitian yang menunjukkan sebanyak sepertiga dari atlet papan atas dunia mengaku telah melanggar aturan anti-doping, menurut Sunday Times.

Universitas Tubingen di Jerman dilaporkan mengatakan <link type="page"><caption> IAAF menyembunyikan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/08/150804_olahraga_iaaf_doping" platform="highweb"/></link> publikasi tersebut.

Dalam sebuah pernyataan kepada surat kabar Sunday Times, Universitas Tubingan mengatakan, "Penelitian itu adalah sebuah proyek penelitian ilmiah yang diprakarsai secara independen dan dilakukan bukan atas permintaan IAAF.

Keputusan IAAF untuk menunda mempublikasi penelitian itu untuk begitu lama tanpa alasan yang baik adalah pelanggaran serius pada kebebasan publikasi."

Menanggapi hal itu, <link type="page"><caption> IAAF mengatakan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/08/150805_olahraga_doping_coe" platform="highweb"/></link> pembicaraan sedang berlangsung mengenai laporan itu dengan tim peneliti dan Wada (Badan anti-doping dunia -partner lain dalam proyek tersebut).

Ratusan atlet dikabarkan mengatakan pada tahun 2011 kepada para peneliti mereka telah bertindak curang.

Dilaporkan, sepertiga dari 146 medali, termasuk 55 medali emas, dalam berbagai lomba di Olimpiade dan kejuaraan dunia antara 2001 dan 2012 dimenangkan oleh atlet-atlet yang hasil uji dopingnya mencurigakan.