Musa Bility maju dalam pemilihan presiden FIFA

Ketua Asosiasi Sepak Bola Liberia, Musa Bility, mengatakan ia akan mencalonkan diri sebagai presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk menggantikan Sepp Blatter.
Dalam pernyataannya, Musa Bility, 48, menandaskan bahwa saatnya tiba bagi warga Afrika untuk memimpin FIFA.
Menurutnya, wakil konfederasi terbesar di FIFA seharusnya memimpin proses reformasi di tubuh badan sepak bola dunia itu.
Ia yakin akan mampu mendapat dukungan setidaknya dari lima negara sebagai syarat untuk maju sebagai calon presiden. Bility memimpin Asosiasi Sepak Bola Liberia sejak 2010.
Dengan pengumuman ini, maka sudah ada dua orang yang menyatakan akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden FIFA.
Orang pertama yang menyatakan akan maju dalam perebutan jabatan tertinggi di organisasi sepak bola itu adalah<link type="page"><caption> Zico, mantan pemain Timnas Brasil</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/06/150611_olahraga_zico_fifa" platform="highweb"/></link>.
Pemilihan direncanakan akan digelar Desember mendatang karena Sepp Blatter sudah mengumumkan ia mengundurkan diri, beberapa hari setelah dipilih kembali untuk masa jabatan kelima di tengah dugaan suap dan korupsi yang dihadapi sejumlah pengurus FIFA.










