Data elektronik FIFA disita polisi Swiss

fifa

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, FIFA menyatakan siap bekerjasama penuh dengan pihak berwenang Swiss.

FIFA menyerahkan data elektronik kepada pihak berwenang Swiss yang sedang menyelidiki proses tender Piala Dunia 2018 dan 2022.

Data ini disita dari markas FIFA di Zurich, yang termasuk di dalamnya kantor presiden mereka, Sepp Blatter.

FIFA menyatakan mereka akan bekerjasama sepenuhnya dengan pihak berwenang.

Kepolisian Swiss menyatakan bulan lalu bahwa mereka sedang melihat bagaimana Piala Dunia berikutnya dialokasikan.

<link type="page"><caption> Kepolisian federal Amerika Serikat (FBI) juga sedang melakukan penyelidikan korupsi di tubuh FIFA</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/06/150603_sepakbola_blatter_investigasi" platform="highweb"/></link>. Sejauh ini, sudah 14 orang didakwa, sembilan di antaranya adalah pejabat atau bekas pejabat FIFA.

Data elektronik milik Sekretaris Jendral FIFA, Jerome Valcke dan kepala keuangan mereka, Markus Kattner, juga diberikan kepada kepolisian Swiss.

FIFA menyatakan sekali lagi bahwa mereka telah memulai penyelidikan dan organisasi itu, menurut Jaksa Agung Swiss, adalah "pihak yang dirugikan".

Penyelidikan kejahatan ini berpusat pada mismanajemen keuangan <link type="page"><caption> sehubungan dengan Piala Dunia 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/06/150607_olahraga_sepakbola_pialadunia" platform="highweb"/></link>.

Kedua negara ini menyangkal telah melakukan kekeliruan.

Proses tender untuk Piala Dunia tahun 2026 telah ditunda. Valcke menyebutkan bahwa menyelenggarakan proses tender dalam keadaan sekarang "tidak masuk akal".