Warga Argentina menyerahkan diri terkait skandal FIFA

Alejandro Burzaco

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Burzaco dituduh berkomplot untuk memenangkan dan mempertahankan kontrak hak media senilai Rp1,4 triliun.

Seorang warga Argentina yang dicari Amerika Serikat terkait penyelidikan tuduhan korupsi FIFA telah menyerahkan diri kepada polisi di Italia.

Alejandro Burzaco, mantan presiden perusahaan pemasaran olahraga Argentina, Torneos y Competencias, adalah satu dari 14 pejabat, mantan pejabat FIFA serta rekanannya yang terkait skandal tersebut.

Interpol telah mengeluarkan surat bagi penangkapannya.

Dia menghilang setelah <link type="page"><caption> dilakukannya penangkapan tujuh eksekutif FIFA pada tanggal 27 Mei</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/06/150607_olahraga_sepakbola_pialadunia" platform="highweb"/></link>.

Media Swiss melaporkan Burzaco tidak berada di kamarnya saat polisi, berdasarkan permintaan ekstradisi dari pejabat AS, menggerebek sebuah hotel di kota Zurich, Swiss karena sedang makan pagi sehingga dia tidak ikut tertangkap.

Burzaco, yang juga memiliki kewarganegaraan Italia, mendatangi stasiun polisi di kota Borzano, Italia utara bersama-sama dua pengacaranya pada hari Selasa (9 Juni).

Dia ditempatkan di penjara kantor polisi Borzano, kata pejabat kepada kantor berita Spanyol, Efe.

Kementerian Kehakiman AS menuduh Burzaco berkomplot untuk memenangkan dan mempertahankan kontrak hak media yang menguntungkan dari federasi sepakbola kawasan dengan membayar uang suap US$110 juta atau Rp1,4 triliun.