Blatter sebut rasisme di balik tuduhan atas Qatar

Qatar

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Qatar berulang kali membantah tuduhan korupsi di balik kemenangannya.

Presiden FIFA, Sepp Blatter mengatakan tuduhan korupsi terkait dengan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 bermotif rasisme.

Negara di kawasan teluk itu terpilih sebagai tuan rumah <link type="page"><caption> Piala Dunia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/piala_dunia/" platform="highweb"/></link> 2022 pada Desember 2010 lalu dengan mengalahkan saingannya yaitu Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Namun muncul tuduhan bahwa kemenangannya diwarnai dengan korupsi, yang membuat FIFA melancarkan penyelidikan independen.

"Ada semacam badai melawan FIFA terkait dengan Piala Dunia Qatar. Sayangnya ada sejumlah besar diskriminasi dan rasisme," jelas Blatter dalam Sidang Umum Konfederasi Sepak Bola Afrika, CAF, di Sao Paulo, Brasil.

Sidang CAF itu digelar Senin 9 Juni menjelang Piala Dunia 2014 yang akan dibuka Kamis 12 Juni waktu Brasil.

Sebelumnya Blatter mengatakan keputusan terkait pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dan Rusia untuk 2018 <link type="page"><caption> akan diputuskan September atau Oktober</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/06/140609_fifa_qatar.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> tahun ini. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/06/140609_fifa_qatar.shtml" platform="highweb"/></link>

Kepada para pejabat sepak bola dari kawasan Afrika, Blatter mengatakan bahwa tuduhan atas Qatar akan dibahas dalam Kongres FIFA, pada hari Selasa dan Rabu.

Blatter juga menegaskan bahwa FIFA perlu memberantas segala hal yang berbau diskriminasi dan rasisme.

Qatar sudah berulang kali membantah tuduhan adanya korupsi di balik kemenangannya dan yakin pemilihan berlangsung adil.