Keputusan atas Qatar dan Rusia tahun ini

Sumber gambar, All Sport
FIFA akan memutuskan keabsahan proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 pada bulan September atau Oktober.
Hal tersebut disampaikan Presiden FIFA, Sepp Blatter, di hadapan peserta Konferensi Sepak Bola Asia di Sao Paulo, Senin 9 Juni.
Blatter juga menegaskan setelah keputusan diambil maka masalah tersebut akan ditutup.
Qatar terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 pada Desember 2010 lalu dengan mengalahkan Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Namun kemenangan Qatar diwarnai dengan sejumlah tuduhan korupsi.
Penyilidikan independen
Seorang ahli hukum Amerika Serikat, Michael Garcia, saat ini terlibat dalam penyelidikan independen atas proses terpilihnya Qatar dan akan menyampaikan laporannya kepada FIFA pertengahan Juli.
Garcia direncanakan akan menjelaskan perkembangan penyelidikannya di hadapan para peserta Kongres FIFA, yang akan dimulai Selasa 10 Juni.
Dia akan menyelidiki semua yang terkait dengan proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018, yang dimenangkan Rusia, dan Piala Dunia 2018.
Komite Piala Dunia Qatar berulang kali menolak tuduhan korupsi di balik kemenangannya dan yakin pemilihan berlangsung adil,
Sebuah surat kabar Inggris, <italic>The Sunday Times</italic> menuduh mantan wakil presiden FIFA Mohamed bin Hammam <link type="page"><caption> membayar £3 juta</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/06/140601_fifa_korupsi_piala_dunia.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> kepada sejumlah pejabat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/06/140601_fifa_korupsi_piala_dunia.shtml" platform="highweb"/></link> FIFA di seluruh dunia untuk membantu agar Qatar terpilih.









