Misteri pria 43 tahun yang tak pernah ke luar rumah

Jerman

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kepolisian sudah membawa pria itu ke rumah sakit tapi identitasnya tetap dirahasiakan.

Polisi Jerman sedang menyelidiki pasangan suami istri yang dilaporkan memaksa anak lelakinya agar tetap berada di dalam rumah selama sekitar 30 tahun

Keluarga itu tinggal di sebuah desa di dekat kota Bayreuth di kawasan Bavaria, Jerman.

Anak itu, yang kini berusia 43 tahun, jarang terlihat sejak dia berhenti sekolah pada usia 13 tahun dan polisi mengatakan dia tampak diabaikan walau tidak kurang makan.

Ibunya mengatakan kepada media lokal bahwa 'dia tidak ingin ke luar rumah' dan hanya menginginkan agar dia terlindungi.

  • <link type="page"><caption> Psikologi tersembunyi dari kegagalan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/03/160326_vert_cap_kegagalan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Menonton film adalah 'obat penghilang rasa sakit alamiah'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/09/160921_majalah_iptek_nonton_film" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Anak dengan ingatan baik lebih pandai berbohong</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150620_majalah_anak_bohong" platform="highweb"/></link>

Kepolisian setempat telah membawa pria itu ke rumah sakit pada akhir bulan lalu, tetapi identitasnya tetap dirahasiakan sesuai hukum yang berlaku di Jerman.

Tragedi keluarga

Polisi mengatakan kasus ini lebih cenderung sebagai sebuah tragedi keluarga ketimbang kasus kriminal.

"Kami tidak tahu persis sejak kapan pria itu tinggal di sana tanpa kontak secara teratur dengan dunia luar," kata juru bicara kepolisian, Juergen Stadter, kepada wartawan.

"Kami juga tidak tahu situasinya benar-benar tampak seperti, misalnya, apakah dia memiliki kesempatan untuk meninggalkan tempat."

Peta Jerman
Keterangan gambar, Keluarga itu tinggal di sebuah desa di dekat kota Bayreuth di kawasan Bavaria, Jerman.

Dalam keterangannya, polisi juga mengatakan bahwa pria itu dibiarkan bergerak bebas di dalam rumah, dan tidak diikat.

Ketika layanan darurat datang untuk menjemputnya, dia dilaporkan menyatakan bersedia untuk menerimanya.

"Dia jelas merasa terlindungi dengan baik di rumahnya," kata Stadter.

Korban bully di sekolah?

Ibu pria itu, yang berusia 76 tahun, mengatakan dia dan suaminya tidak pernah mengunci anaknya di dalam rumah.

"Dia hanya tidak ingin keluar rumah," katanya kepada wartawan.

Menurutnya, anaknya pernah dibully ketika masih sekolah, sehingga tergerak untuk melindunginya.

Kepada situs berita Reporter 24, ibu pria itu mengaku menyimpan semua rincian, setiap kata pelecehan, setiap serangan yang dialami anaknya selama di sekolah.

"Saya bahkan tidak bisa mengulangi kata-kata yang mengerikan seperti itu," katanya.

Sejak saat itulah, anaknya tidak ingin meninggalkan rumah lagi, karena 'takut' menghadapi teman-temannya, kata sang ibu.

Polisi Jerman

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Polisi mengatakan kasusnya lebih cenderung sebagai tragedi keluarga ketimbang kasus kriminal.

Dia mengaku pernah melaporkan kasus bully yang dialami anaknya kepada polisi, ketika anaknya berhenti sekolah pada 1984.

Kapan terungkap

Bagaimanapun, kini muncul pertanyaan mengapa selama ini tidak ada seorang pun yang mengangkat persoalan tersebut.

Bukti satu-satunya yang dimiliki kepolisian menunjukkan bahwa saat berusia 30 tahun, dia pernah mendatangi acara sekolah dasar.

Dokumen lain yang dimiliki kepolisian menunjukkan pula saat pria itu berusia 13 tahun, pihak sekolah menyimpulkan bahwa bocah itu tidak mampu mengikuti pelajaran di kelas, kata polisi.

Kasus ini terungkap setelah ada seorang pendatang baru di desa tersebut pada awal tahun 2016, ungkap tabloid Bild.

Pendatang baru itu akhirnya mengetahui dari penduduk desa bahwa ada seorang 'tahanan' yang dilarang orang tuanya 'melakukan kontak dengan penduduk lainnya'.

Akhirnya dia melaporkan kasus ini ke polisi.

Pria 43 tahun itu kini sedang dirawat oleh tim khusus di rumah sakit, yang terdiri dokter, perawat dan terapis, kata seorang juru bicara.

Rumah sakit akan mencoba untuk menentukan apakah dia sakit atau memiliki masalah kesehatan mental.