Kelahiran pertama bayi dengan 'fertilitas tiga orang'

Sumber gambar, New Hope Fertility Centre
Bayi pertama di dunia yang menggunakan teknik fertilitas atau pembuahan 'tiga orang' sudah lahir, seperti diungkapkan majalah New Scientist.
Bayi laki-laki berusia lima bulan itu menggunakan DNA dari ayah dan ibunya dengan tambahan sedikit kode genetika dari seorang donor.
Para dokter di Amerika Serikat menempuh langkah yang tidak biasa ini untuk menjamin agar bayi tersebut bebas dari kondisi genetika yang dibawa ibunya, warga Yordania, di dalam gen miliknya.
- <link type="page"><caption> 'Boneka ajaib' gagal mencegah kehamilan remaja</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/08/160826_majalah_hamil_boneka" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Penelitian tentang aborsi: 25% kehamilan digugurkan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160512_majalah_kesehatan_aborsi" platform="highweb"/></link>
Keberhasilan ini dianggap sebagai era baru dalam dunia kesehatan yang bisa membantu keluarga-keluarga yang memiliki kelainan genetika yang jarang.
Namun para ahli memperingatkan perlu dilakukan pengecekan seksama terhadap teknologi baru yang kontroversial ini, yang disebut sebagai mitochondrial donation.
Sebenarnya bukan pertama kali para dokter membantu kelahiran dengan menggunakan DNA dari tiga orang, terobosan yang berawal dari tahun 1990-an, namun kelahiran terbaru ini menggunakan metode baru yang penting.

Sumber gambar, HFEA
- <link type="page"><caption> Angka kehamilan remaja di Inggris terendah sejak 1969</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/02/150225_kehamilan_remaja_inggris" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Sebagian suplemen kehamilan tidak bermanfaat bagi ibu dan bayi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160712_majalah_kesehatan_vitamin_kehamilan" platform="highweb"/></link>
Mitokondria merupakan sebuah kompartemen kecil di setiap sel tubuh yang mengubah makanan menjadi energi yang bisa digunakan.
Beberapa perempuan menderita kelainan genetika di mitokondria, yang dapat diteruskan ke anak-anak mereka.
Dalam kelahiran anak keluarga Yordania ini, kelainan genetikanya disebut sebagai Sindrom Leigh yang bisa menyebabkan kematian bagi bayi yang dikandung.
Tim dokter Amerika Serikat kemudian menyeberang ke Meksiko untuk melaksanakan teknologi yang mereka rencanakan karena tidak ada undang-undang yang melarangnya di negara tersebut.
Mereka mengambil DNA dari sel telur ibu dan mitokondria yang sehat dari seorang donor guna menghasilkan sel telur yang sehat untuk dibuahi oleh sperma ayahnya.
Hasilnya adalah seorang bayi laki-laki dengan 0,1% DNA dari donor, yaitu mitokondria, namun semua kode genetika untuk berbagai hal -seperti rambut dan warna mata- berasal dari ibu dan ayah.










