'Boneka ajaib' gagal mencegah kehamilan remaja

bayi

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Bayi tiruan menangis saat lapar, sendawa atau ingin diganti popok.

Program pencegahan kehamilan remaja dengan menggunakan 'boneka ajaib' untuk mensimulasi kebutuhan bayi baru dinyatakan tidak berguna untuk menurunkan tingkat kehamilan di usia dini, demikian hasil kajian The Lancet.

Lebih 1.000 remaja perempuan yang ikut serta program di Australia Barat tersebut justru lebih memiliki kemungkinan hamil di usia muda dibandingkan yang tidak berpartisipasi, kata para peneliti.

Dalam program ini, remaja minta mengasuh bayi tiruan, yang dapat menangis saat lapar, minta diganti popok dan dapat sendawa.

Remaja pada program Pengasuhan Bayi Virtual yang dilakukan di lebih 50 sekolah di Australia Barat juga diberikan pengetahuan mengenai kesehatan seksual, kontrasepsi dan biaya memiliki bayi.

  • <link type="page"><caption> Sekolah untuk remaja hamil</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/forum/2010/07/100726_hamil" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Akhirnya Pekan Kondom Nasional dibatalkan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/forum/2013/12/131202_forum_kondom" platform="highweb"/></link>

Dalam program ini para peserta menonton video tentang kisah para ibu remaja yang menceritakan pengalamannya dan mereka juga memelihara 'bayi' pada akhir minggu.

Tetapi ketika para remaja yang mengikuti program itu berusia 20 tahun, diketahui 8% dari mereka telah melahirkan paling tidak satu kali dan 9% diantaranya melakukan aborsi.

Angka ini kemudian dibandingkan dengan para remaja yang tidak mengikuti program ini, dengan jumlah 4% telah melahirkan anak dan 6% yang menjalani aborsi.

Program yang sama diterapkan di sejumlah sekolah di 89 negara, termasuk Amerika Serikat.