Sepertiga orang mengecek ponsel di tengah malam

mobile phone

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Bagi banyak orang, telepon genggam sudah menjadi peranti 24 jam.

Sekitar 30% warga di Inggris mengecek atau menggunakan telepon genggam ketika terjaga di tengah malam.

Di kalangan anak-anak muda, pada rentang usia 18-24 tahun, proporsi yang mengecek ponsel di tengah malam mencapai 50%.

Temuan ini terungkap dalam survei tahunan tentang pemakaian ponsel di Inggris yang dilakukan Deloitte.

Apa yang dilakukan dengan telepon genggam di tengah malam buta?

Para peneliti mengatakan sebagian besar mengecek email, disusul dengan mendapatkan perkembangan di media sosial, dan yang terakhir membaca buku elektronik.

  • <link type="page"><caption> Satu dari tiga orang bertengkar dengan pasangan gara-gara ponsel</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/09/160925_majalah_ponsel_pertengkaran" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Ditemukan pabrik 'Apple palsu' di Cina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150728_majalah_cina_fakeiphone" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Xiaomi beli ratusan paten ponsel pintar Microsoft</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160601_majalah_xiaomi_microsoft" platform="highweb"/></link>

Sering kali seseorang terbangun, mengambil ponsel dan melakukan lebih dari satu kegiatan tersebut.

Yang menarik, menggunakan ponsel di tengah malam ini tidak hanya di kalangan anak-anak muda atau usia paruh baya, karena mereka yang berusia di atas 65 tahun juga melakukannya, dengan proporsi sekitar 14%.

Yang juga terungkap dalam survei ini adalah, rata-rata orang menggunakan ponsel 15 menit setelah bangun pagi, sementara 30% responden mengaku menggunakan ponsel hanya lima menit setelah bangun.

Paul Lee, kepala unit teknologi, media, dan telekomunikasi Deloitte mengatakan hasil survei ini menunjukkan bahwa telepon genggam sudah menjadi peranti 24 jam, orang-orang menggunakannya hampir setiap saat.

"Orang-orang harus belajar bagaimana memanfaatkannya secara maksimal dan membuatnya lebih berguna," kata Lee seperti dikutip koran City AM.

"Jangan sampai ponsel justru yang 'menjajah' kita," katanya.