Snapchat menuai kontroversi karena filter wajah 'rasis'

Snapchat filter wajah

Sumber gambar, TWITTERTEQUILAFUNRISE

Keterangan gambar, Filter wajah Snapchat baru dituding rasis.

Filter wajah Snapchat terbaru menuai kontroversi dan kemarahan dari ribuan penggunanya.

Mereka menyebutkan fitur itu rasis karena menunjukkan tampilan lensa karikatur orang Asia Timur.

Fitur itu disebut sebagai 'wajah kuning' oleh para pengguna Snapchat yang marah. Fitur tersebut membentuk wajah dan tampilan pengguna Snapchat menjadi bermata sipit.

Para pengkritik sering kali menuding aplikasi sosial media ini 'cenderung menyukai warna kulit putih' dengan filter yang dapat menerangkan warna kulit penggunanya.

Filter 'Bob Marley' yang menambahkan fitur rambut gimbal dan topi rasta juga dikritisi mendukung 'wajah hitam'.

Dalam pernyataan resminya pada Rabu, Snapchat mengatakan filter 'wajah kuning' itu sudah dihapus dan tidak akan ditampilkan lagi.

  • <link type="page"><caption> Snapchat dituntut karena 'posting seksual'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160708_majalah_snapchat_seksual" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Foto 'selfie' telanjang dianggap kejahatan di Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150903_majalah_selfie_telanjang" platform="highweb"/></link>

Namun, banyak pengguna Snapchat masih tidak puas dan menulis komentar mereka pada media sosial.

Snapchat filter wajah

Sumber gambar, TWITTER COSUS

Snapchat filter wajah

Sumber gambar, TWITTER JUSSULENT

"Hentikan ini Snapchat, ini tidak benar. Filter Wajah Kuning ini tidak pantas," cuitan seorang artis dan penulis blog Latrice Butts yang membagikan foto-fotonya dengan filter itu.

Pengguna lain seperti Tansu Philip melaporkan bahwa mereka sudah menghapus aplikasi Snapchat karena filter itu.

Aplikasi lensa itu bahkan membuat pengguna membandingkan Snapchat dengan Donald Trump.

"Selera rasis dalam filter warna hitam dan kuning. Snapchat pasti pendukung Donald Trump," tulis Mike Udem, di California dalam Twitternya.

"Wajah kuning bukan untuk mainan," kata Reid Robinson dari New York.

"Saya suka kamu Snapchat tapi kamu bertingkah seperti Trump, sangat rasis dan dengan tingkat kedewasaan anak kelas tiga SD."