Kucing batal diusir dari museum Cina karena media sosial

Sumber gambar, Xian Beilin Museum
Sekelompok kucing liar yang menghadapi pengusiran dari sebuah museum Cina terselamatkan karena para pengguna media sosial bersama-sama mendukung binatang tersebut.
Kucing tersebut berkeliaran di sekitar Museum Xi'an Beilin, di bekas kuil Confusius di Cina tengah. Akun resmi museum di situs blog Weibo sering kali menceritakan kehidupan kucing-kucing yang tinggal disitu. Yang terbaru adalah tentang dua kucing dewasa dan dua anak kucing.
- <link type="page"><caption> Fosil kucing besar tertua ditemukan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2013/11/131113_iptek_kucing_besar" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Kenapa kucing suka bersembunyi dalam kardus?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/02/150207_hiburan_kucing_dll" platform="highweb"/></link>
Masalah muncul minggu lalu, ketika seekor kucing mencakar seorang anak yang berusaha bermain dengan anak-anak kucing, sebut China Daily. Ibu anak tersebut mengadu ke petugas dan nasib binatang itu sepertinya sudah diputuskan. Museum berencana menangkap dan menaruh mereka di tempat tinggal lain. Tetapi pengguna internet berbeda pandangan.

Sumber gambar, Xian Beilin
Ribuan pengguna medsos membanjiri laman museum di Weibo, mendesak binatang tersebut tidak diganggu. "Jangan usir mereka dari rumahnya, mereka tidak memiliki tempat tinggal tetap, ini menyedihkan dan mereka seharusnya tidak disalahkan," kecam seorang pengguna media sosial.
Museum kemudian rapat pada hari Senin (25/07) dan memutuskan kucing-kucing tersebut dapat tetap berkeliaran di halaman, selama orang-orang mematuhi peringatan untuk tidak mendekati mereka. Kucing-kucing tersebut juga akan divaksinasi, dikebiri dan dibuang cacingnya.





