Jelang kemarau, teknologi pemetaan risiko kebakaran diluncurkan

kebakaran hutan

Sumber gambar, Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Keterangan gambar, Titik-titik panas di Indonesia rawan kebakaran hutan

Seorang ahli kebakaran hutan mengatakan saat ini sudah tersedia peta yang dapat mendeteksi risiko kebakaran lahan.

Sebagaimana dipaparkan Susan Minnemeyer, pakar kebakaran hutan dari lembaga Global Forest Watch, Peta Risiko Kebakaran (Fire Risk Map) diperbarui setiap hari, mengkalkulasi data temperatur, kelembapan dan curah hujan dari satelit.

Kondisi yang lebih kering berarti memiliki risiko lebih besar terjadinya kebakaran.

  • <link type="page"><caption> Singapura 'tetap kejar' perusahaan Indonesia pembakar hutan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160704_indonesia_kebakaran_hutan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Langkah Singapura kejar perusahaan Indonesia 'tak tepat'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160704_indonesia_karhutla_singapura" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Sepanjang 2016, tiada perusahaan jadi tersangka pembakar hutan dan lahan di Riau</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160703_indonesia_riau_karhutla_hukum" platform="highweb"/></link>

Praktik tebang-bakar, biasa dilakukan perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk membuka lahan, kerap menyebabkan kebakaran hutan yang asapnya menyelimuti Indonesia, Singapura dan Malaysia.

“Kami berharap Peta Risiko Kebakaran dapat membantu pejabat pemerintah dan pengelola lahan perusahaan dapat lebih proaktif atas kebakaran,” Susan Minnemeyer kepada Reuters.

Kebakaran hutan tahun lalu yang terparah yang pernah ada menyebabkan kabut asap tebal hingga ke Singapura, Malaysia dan Thailand

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kebakaran hutan tahun lalu yang terparah yang pernah ada menyebabkan kabut asap tebal hingga ke Singapura, Malaysia dan Thailand

Lembaga nonprofit yang berbasis di Washington ini mengembangkan peta tersebut dengan kelompok lingkungan hidup Conservation International.

Mereka berkata meski kebakaran lahan yang terjadi di Indonesia disebabkan pembukaan lahan, namun kondisi kekeringan tanah dapat mengindikasikan seberapa cepat api dapat menyebar dan apakah api dapat menyebar hingga diluar kendali.

  • <link type="page"><caption> Ancaman pencabutan izin '10 pembakar hutan'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/09/150908_indonesia_kebakaran_hutan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Menhut turunkan puluhan penyidik ke lokasi kebakaran hutan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/09/150918_indonesia_menhut_investigasi" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Komitmen Indonesia di KTT Perubahan Iklim diragukan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/11/151129_indonesia_jokowi_cop21" platform="highweb"/></link>

Alat ini akan memberikan kesempatan bagi pemerintah, perusahaan dan penduduk lokal untuk mengambil langkah sebelum kebakaran terjadi, misalnya dengan menyimpan air dan mengriirm bantuan ke tempar-tempat yang dapat ternbakar.

Minnemeyer berkata walau Indonesia memasuki musim kemarau, ketika kebakaran sering muncul, namun musim kering kali ini diprediksi lebih singkat dibanding tahun lalu karena La Nina.

Musim kering di Indonesia dimulai dari Juni hingga Oktober, namun kebakaran hutan tahun lalu diperparah akibat El Nino, naiknya suhu permukaan laut di Samudera Pasifik yang menyebabkan musim kering berkepanjangan.

Kondisi ini membuat kebakaran hutan tahun lalu menjadi kebakaran hutan terparah, yang berlangsung hingga pertengahan November, mengirimkan asap hingga ke negara-negara tetangga, bahkan selatan Thailand.