Hutan Amazon rentan terbakar karena ulah manusia

Hutan Amazon

Sumber gambar, Greenpeace

Keterangan gambar, Kegiatan tebang-pilih dan fragmentasi hutan meningkatkan risiko kebakaran.
    • Penulis, Victoria Gill
    • Peranan, BBC Sains

Kegiatan manusia yang merusak membuat hutan hujan Amazon menjadi semakin rentan terbakar, menurut para pakar.

Hal itu merupakan salah satu kesimpulan dari riset selama dua tahun di hutan Amazon yang berada di Brasil, yang mengungkapkan bahkan bagian hutan yang dilindungi mengalami kerusakan karena kegiatan manusia.

Kegiatan yang merusak tersebut termasuk tebang-pilih dan fragmentasi hutan yang meningkatkan risiko kebakaran.

  • <link type="page"><caption> Kebakaran hutan Amazon berhasil dipadamkan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151031_dunia_kebakaran_amazon" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Peradaban kuno ditemukan di hutan Amazon</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/02/150214_iptek_diteliti_peradaban_kuno_amazon" platform="highweb"/></link>

"Hutan hujan biasanya tidak mudah terbakar. Tapi kegiatan manusia menyebabkannya menjadi rentan terbakar," kata ketua tim peneliti Profesor Jos Barlow dari Pusat Lingkungan Hidup Lancaster, Inggris.

Walaupun hutan Amazon di wilayah Brasil dilindungi dari penebangan liar, hasil penelitian baru ini memperlihatkan perlu lebih banyak upaya untuk melindungi yang disebut para ilmuwan sebagai 'keanekaragaman tinggi hutan tropis'.

Amazon

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Para peneliti menemukan hutan Amazon hanya memiliki 50% dari nilai potensialnya karena gangguan yang ada.

Tim peneliti ini mengukur dampak yang diakibatkan kegiatan manusia di lahan hutan seluas 5,5 juta km persegi.

Mereka memilih 400 lokasi yang meliputi daerah yang belum terjamah manusia sampai daerah yang mengalami penggundulan hutan.

Penelitian mencakup lokasi yang dilindungi oleh Hukum Kehutanan, sebuah kebijakan yang dirancang untuk mengendalikan penebangan liar dengan kerja sama pemilik lahan di Amazon untuk memelihara sekitar 80% cakupan hutan.

Namun, para peneliti menemukan hutan itu hanya memiliki 50% dari nilai potensialnya karena kerusakan yang ada di hutan.

Profesor Barlow menjelaskan kerusakan tersebut bisa disebabkan kegiatan tebang-pilih, perburuan, dan kegiatan manusia lainnya di hutan.

Tebang pilih dapat menyebabkan fragmentasi di hutan atau lubang di kanopi sehingga sinar matahari masuk dan mengeringkan tumbuh-tumbuhan. Ditambah dengan perubahan iklim akan membuat Amazon rentan terbakar.

Salah satu anggota tim, Dr Alexander Lees dari Universitas Cornell, Amerika Serikat, mengatakan banyak spesies burung asli Amazon menderita akibat dampak tersebut dan tidak dapat bertahan hidup dalam hutan yang rusak.