Musim dingin yang hangat kurangi emisi di Eropa

gas

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Perubahan pemakaian batu bara ke gas alam mempengaruhi penurunan emisi gas rumah kaca.

Musim dingin yang lebih hangat secara signifikan memainkan peran penting terkait terus berlanjutnya penurunan emisi gas rumah kaca di Uni Eropa.

Menurut sebuah laporan baru, penggunaan CO2 dan gas-gas lain di daerah ini turun hampir seperempatnya antara tahun 1990 dan 2014.

  • <link type="page"><caption> Kanada keluar dari Protokol Kyoto</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2011/12/111212_canadakyoto" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2011/12/111212_canadakyoto" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Protokol Kyoto diperpanjang sampai 2020</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2012/12/121208_kyotoprotocol" platform="highweb"/></link>

Perubahan pemakaian batu bara ke gas alam, resesi dan peningkatan energi terbarukan semuanya mempengaruhi penurunan ini.

Angka terbaru dari tahun 2014 memperlihatkan musim dingin yang tidak terlalu dingin memainkan peran penting dalam penurunan tahun itu.

Secara keseluruhan dari 1990 sampai 2014, emisi di antara negara anggota Uni Eropa turun 24,5%, mengalahkan sasaran 20% di tahun 2020 yang ditetapkan sebagai bagian dari kesepakatan internasional pertama terkait perubahan iklim, Protokol Kyoto.

Yang lebih penting lagi, Uni Eropa berhasil menurunkan emisi pada periode ini sementara tingkat produksi naik 47%.

Kunci penurunan emisi pemanasan pada periode tersebut adalah perubahan dari batu bara ke gas terkait dengan produksi listrik, peningkatan energi terbarukan, pemanasan rumah yang lebih baik dan resesi ekonomi tahun 2008.