Pakistan tangkap penjual sepatu berlambang Hindu

Sumber gambar, THINKSTOCK
Polisi Pakistan di Provinsi Sindh menangkap seorang pria yang menjual sepatu yang memiliki lambang suci Hindu.
Polisi menahan Jahanzaib Khaskhili dan menyita sepatu dagangannya berdasarkan undang-undang penghinaan agama yang ketat setelah unjuk rasa dari para pemuka agama Hindu.
Ketua Dewan Hindu Pakistan mengatakan penjualan sandal dengan lambang 'Om' itu menghina dan tidak etis.
- <link type="page"><caption> Remaja yang dibakar ibunya sudah dimakamkan di Pakistannia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160609_majalah_pakistan_perempuan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Saran agar suami Pakistan boleh memukul istri</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160526_majalah_pakistan_perempuan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Remaja perempuan Pakistan dibakar atas perintah sesepuh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160505_majalah_pakistan_perempuan" platform="highweb"/></link>
Jika terbukti bersalah maka Khaskili terancam hukuman 10 tahun penjara dengan kemungkinan tambahan denda.
Bagaimanapun pemeriksaan polisi sejauh ini menunjukkan dia tidak berniat untuk menghina agama tertentu.
"Kami melakukan penangkapan sesuai hukum namun namun tampaknya dia tidak punya tujuan tertentu," jelas kepala kepolsian setempat, Farrukh Ali, kepada kantor berita Reuters.
Dia menambahkan akan dilakukan penyelidikan atas pemasok sepatu tersebut, yang berada di Provinsi Punjab.
Adapun Provinsi Sindh merupakan tempat tinggal sebagian besar umat minoritas Hindu yang jumlahnya sekitar tiga juta jiwa.
Undang-undang di Pakistan -yang mayoritas penduduknya beragama Islam- menetapkan penghinaan atas agama sebagai kejahatan, dan terancam hukuman mati jika menghina Nabi Muhammad.









