Paedofil Inggris mengakui kejahatannya di Malaysia

Seorang pria Inggris diancam hukuman penjara seumur hidup setelah mengaku bersalah dalam 71 dakwaan pelecehan anak saat bekerja sebagai guru di Malaysia.
Richard Huckle, asal Kent, Inggris tenggara, memfoto dan merekam video puluhan korbannya yang masih anak-anak dan menerbitkannya di internet.
Korban termuda masih berusia enam bulan dan yang tertua adalah anak perempuan berumur 12 tahun.
- <link type="page"><caption> Buron pedofil asal Belanda ditangkap di Kamboja</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160311_dunia_pedofil_belanda" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Adam Johnson, pemain Sunderland, mengaku pedofil</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/02/160210_olahraga_johnson_pedofil" platform="highweb"/></link>
Pengadilan di London, Rabu (01/06), mendengar keterangan bahwa sebagai sukarelawan menjadi guru Sekolah Minggu, dia memperdaya keluarga miskin Kristen di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur.

Sumber gambar, THINKSTOCK
Pria berusia 30 tahun ini ditangkap tahun 2014 ketika sedang dalam perjalanan pulang untuk merayakan Natal.
Pihak penyidik menemukan 20.000 gambar tidak senonoh di komputernya dan menyimpan buku besar tentang kelakuan jahatnya dan menulis sebuah petunjuk yang berjudul 'Paedofil dan Kemiskinan: Petunjuk bagi Pecinta Anak'.
Huckle awalnya menolak semua 91 dakwaan namun belakangan mengakui 71 dakwaan setelah melewati beberapa sidang, termasuk 14 dakwaan pemerkosaan dan 31 dakwaan serangan seksual.
Sidang terhadap Huckle sebelumnya ditutup untuk media demi melindungi para korban dan baru boleh diliput hari Rabu. Putusan tentang hukuman akan diumumkan dalam sidang, pada Jumat (03/06).









