Remaja Prancis siarkan bunuh dirinya di Periscope

Sumber gambar, Getty
Penyelidikan sudah dilakukan atas kematian seorang remaja perempuan Prancis berusia 19 tahun yang menyiarkan langsung video bunuh dirinya.
Remaja perempuan itu dilaporkan menggunakan aplikasi Periscope saat melompat ke bawah kereta api di sebuah jalur rel sekitar 40km dari ibukota Paris, Selasa 10 Mei.
Namun video tersebut sudah tidak tersedia lagi di Periscope, yang kini dimiliki Twitter.
- <link type="page"><caption> Pelaku ancaman bunuh diri palsu di Facebook ditahan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/03/150321_facebook_bunuhdiri_palsu" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Laga Mayweather-Pacquiao 'dibajak' dengan Periscope</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/05/150505_siaran_ilegal_periscope" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Ancaman pembunuhan mahasiswa kulit hitam menyebar di media sosial</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151112_dunia_ancaman_pembunuhan_hitam" platform="highweb"/></link>
Dan Twitter mengatakan tidak memberi komentar tentang 'akun pribadi'.
Menurut koran-koran Prancis, perempuan itu meninggal di Egly pada hari Selasa 10 Mei, sekitar pukul 15.30 waktu setempat.
Dia awalnya merekam dirinya ketika sedang berada flatnya mengatakan akan membuat video untuk 'menyampaikan pesan' dan memperingatkan anak di bawah umur tidak meneruskan untuk menonton karena akan 'mengejutkan'.
Selama rekaman itu, menurut berbagai aporan, dia mengaku diperkosa dan menyebutkan nama pemerkosanya.
Jaksa penuntut setempat, Eric Lallement, mengatakan kematiannya kini sedang diselidiki dan data di telepon pintarnya sedang dikaji.
Bukan pertama kalinya Periscope terkait dengan materi yang menguncangkan.
Bulan April lalu seorang perempuan di Ohio didakwa karena menyiarkan pemerkosaan terhadap seorang remaja lewat aplikasi tersebut. Terdakwa perempuan membantahnya.











