Pria juga perlu bantuan atasi gangguan makan

Sumber gambar, PA
Salah satu pusat perawatan terkemuka Inggris terkait dengan gangguan makan mengatakan pria berisiko karena masyarakat terlalu sering berpikir bahwa gangguan ini hanya diderita wanita.
Ahli kesehatan, termasuk dari Royal College of GPs (RCGP) mendukung pandangan tersebut, dengan mengatakan kepada BBC bahwa ini adalah "subyek tabu" bagi pria.
Penelitian mengisyaratkan satu dari empat orang yang mengalami gangguan makan berjenis kelamin pria.
- <link type="page"><caption> Perawatan penderita gangguan makan Jepang dikhawatirkan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160425_majalah_jepang_makan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Gangguan makan pada pria kurang diperhatikan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/04/140409_iptek_gangguan_makan" platform="highweb"/></link>
Penyakit seperti anoreksia dan bulimia dapat menyebabkan gangguan fisik dan kejiwaan. Dalam beberapa kasus bahkan menyebabkan kematian.
"Sangat sulit menderita gangguan makan, tetapi kesulitan yang dialami menjadi dua kali lipiat jika Anda anak laki-laki," kata psikiater Dr Darren Cutinha dari Royal Free Hospital, London.
"Laki-laki nyaris (selalu) memerlukan dukungan tambahan untuk memastikan mereka sembuh," tambahnya.
Salah satu penderita adalah Charles Wooldridge, 17 tahun, yang tidak mengetahui dia mengalami anoreksia sebelum pingsan karena nyaris kelaparan pada hari kedua Natal tahun 2014.
Sebelumnya dia berolah raga secara berlebihan, tidak makan dan minum selama berminggu-minggu.









