Salon Hong Kong digerebek terkait dugaan pengobatan palsu

Sumber gambar, AFP
Kepolisian Hong Kong menggerebek satu salon kecantikan dan menangkap 11 perempuan setelah munculnya keluhan salon itu menawarkan perawatan medis palsu.
Tujuh pelanggan, menurut polisi, menghabiskan total HK$5 juta atau sekitar Rp8,5 miliar untuk perawatan yang melibatkan penghirupan oksigen dan penggunaan sinar inframerah.
Mereka juga diminta menandatangani keseapakatan dengan salon di kawasan Causeway Bay tersebut untuk tidak mendapat pengobatan lain, seperti dilaporkan wartawan BBC di Hong Kong, Juliana Liu.
- <link type="page"><caption> Cina selidiki perusahaan internet Baidu soal kematian mahasiswa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160503_majalah_bisnis_baidu_kematian" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Unjuk rasa memprotes pemecatan redaktur di Hong Kong</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160502_dunia_hong_kong_media" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Gucci Hong Kong protes penjualan replika produk untuk dibakar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160429_majalah_gucci_hongkong" platform="highweb"/></link>
Laporan-laporan media setempat menyebutkan para pasien menderita kanker maupun depresi.

Sumber gambar, AFP
Polisi mengatakan kepada harian South China Morning Post bahwa penyelidikan sedang berlangsung untuk memastikan apakah memang memang salon itu terlibat dalam praktik pengobatan gelap.
Bukan pertama kalinya salon kecantikan di Hong Kong diselidiki. Tahun 2012 lalu, seorang perempuan meninggal karena mendapat perawatan yang mencakup transfusi darah yang rumit.
Para dokter yang terlibat dalam kasus itu sudah didakwa dengan pembunuhan.
Penggerebekan Kamis 5 Mei ini terjadi hanya beberapa hari setelah kemarahan umum di Cina daratan karena meninggalnya seorang mahasiswa yang mencari pengobatan lewat mesin pencari internet Cina, Baidu.
Pihak berwenang Cina kini sedang melakukan penyelidikan atas Baidu, yang mengatakan menerima iklan kesehatan dengan hati-hati di situsnya.









