Gucci Hong Kong protes penjualan replika produk untuk dibakar

Produsen barang konsumen mewah Gucci memberi peringatan kepada toko di Hong Kong yang menjual versi kertas dari produk-produk mereka yang dijual kepada keluarga orang-orang yang meninggal.
Di Hong Kong, replika rumah, mobil, iPad dan tas mewah yang terbuat dari kertas biasanya dibakar berdasar kepercayaan bahwa orang yang wafat dapat menggunakannya di akhirat.
- <link type="page"><caption> Dituduh impor sabu, remaja Hong Kong terancam hukuman penjara seumur hidup</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160415_dunia_hongkong_narkoba.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Film kontroversial Hong Kong meraih penghargaan Asia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160404_majalah_film_hongkong.shtml" platform="highweb"/></link>
Permintaan terhadap produk-produk ini berada dalam puncaknya saat festival 'membersihkan makam' Qingming yang terjadi bulan lalu.
Toko-toko yang memproduksi replika kertas dari tas Gucci ini diberi peringatan, tetapi tampaknya tak ada langkah hukum yang akan diambil.

"Kami sepenuhnya menghormati konteks pemakaman dan kami percaya para pemilik toko tidak berniat melanggar hak merek Gucci," kata Gucci Hong Kong dalam pernyataannya.
Gucci tidak menyebutkan toko mana saja yang mendapat surat dari mereka.

Di Hong Kong, beberapa toko dolaporkan menerima surat agar menyingkirkan barang-barang Gucci yang mereka pajang.
Namun merk lain seperti Louis Vuitton, Yves St Laurent, Burberry dan New Balance masih tampak dijual.

Penduduk Hong Kong menanggapi hal ini dengan komedi bercampur sikap sinis di media sosial.
"Apakah Gucci ingin membuka cabang di akhirat?" kata penduduk bernama Vincent Charles.
Sammi Ng menanggapi di Facebook, "Mungkin Gucci perlu meluncurkan produk replika kertas mereka sendiri."









