Pemuda Indonesia dirikan Suara Palestina di Gaza

suara palestina

Sumber gambar, Suara Palestina

Keterangan gambar, Abdillah Onim telah tinggal di Gaza selama tujuh tahun.

Seorang pemuda asal Indonesia mendirikan kantor berita Suara Palestina di Gaza dengan menggalang anak-anak muda dari kawasan itu.

Abdillah Onim yang telah tinggal di Jalur Gaza selama tujuh tahun mengatakan kantor berita yang disajikan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia itu dibentuk karena termotivasi adanya 'ketidakadilan' yang terjadi di Palestina.

Pemuda-pemuda Palestina yang dilibatkan dalam kantor berita ini adalah 'mereka yang memiliki pengalaman dalam dunia siaran', yang sebelumya menganggur karena memang tidak ada lapangan pekerjaan di Gaza," kata Onim.

suara palestina

Sumber gambar, Suara Palestina

Keterangan gambar, Kantor berita Suara Palestina mengudara dengan dukungan anak-anak muda setempat.

Berita-berita yang diangkat kantor berita ini tidak melulu berkisar pada kekerasan yang terjadi namun juga berita kegiatan masyarakat seperti 'panen kurna, aktivitas petani, dan nelayan'.

  • <link type="page"><caption> Tanya jawab pada hari transgender dunia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/11/151120_trensosial_transgender" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Tanya jawab soal kopi berkafein rendah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/10/151002_trensosial_qna_kopi" platform="highweb"/></link>

Onim menjawab sejumlah pertanyaan melalui <link type="page"><caption> Facebook BBC Indonesia</caption><url href="https://www.facebook.com/bbc.indonesia/posts/10156763975565434" platform="highweb"/></link>.

Marthin Suhada: Berapakah modal anda untuk mendirikan kantor di Gaza?

Onim: Untuk kantor berita sebenarnya bukan bicara modal tapi komitmen untuk membantu orang yang tertindas. Perlu waktu satu tahun untuk persiapan kantor berita dan merekrut reporter. Awalnya sulit karena saya berada di negara orang dan dengan modal pribadi, habis sekitar US$10.000 atau Rp131 juta untuk alat seperti kamera dan sewa studio.

Yanson Tampang: Yang penting jangan dipolitisir ke ranah agama.

Onim: Intinya berita kami laporkan apa adanya... dan kami tidak berafiliasi dengan suatu kelompok.

Aini Sagita: Bagaimana kondisi ibu-ibu hamil dan baru melahirkan?

Onim: Tingkat kelahiran di Gaza sangat tinggi... dalam satu keluarga terdapat lima sampai 20 orang anak. Pada waktu yang bersamaan juga pelayanan kesehaan di Gaza sangat buruk, hal ini berkaitan dengan krisis kesehatan dan krisis obat-obatan.

Rahma Ayu Nadya Safira: Apakah ada terror dari orang-orang yang tidak menyukai kantor berita yang Anda dirikan?

Onim: Saat agresi israel tahun 2014, kediaman saya diroket dari pejawat jet F16, saya dan anak istri ada di dalam rumah, alhamdulillah kami selamat. Kantor berita saat ini baru dibuka semoga tidak ada teror.