Ribuan orang memprotes pembunuhan aktivis Honduras

Berta Caceres
Keterangan gambar, Pembunuhan Berta Caceres memicu kemarahan publik Honduras.

Lebih dari 1000 orang pelayat berunjuk rasa memprotes pembunuhan Honduras, Berta Caceres, yang juga dikutuk aktor pemenang Oscar, Leonardo di Caprio.

Saat peti jenazah Caceres diserah-terimakan kepada keluarganya di sebuah markas serikat buruh, orang-orang meneriakkan seruan, 'Keadilan! Keadilan!'

Sehari sebelumnya, terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dengan polisi di ibukota, Tegucigalpa, sesaat setelah beredar kabar tentang terbunuhnya Caceres Kamis (3/3) dini hari.

Aktor pemenang Oscar, Leonardo DiCaprio, menulis di akun Twitter: "Kabar duka luar biasa dari Honduras. Kita sungguh menghormati seluruh sumbangan yang berani dari (perjuanngan) Caceres."

berta caceres

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Berta Caceres dibunuh oleh sejumlah orang bersenjata, di rumahnya, di sebuah kota kecil.

Berta Caceres, aktivis penerima penghargaan untuk hak-hak masyarakat adat Honduras telah dibunuh di kota asalnya, La Esperanza.

Dua orang lelaki memasuki kediaman Caceres pada hari Kamis lalu menembaknya hingga tewas, ungkap Hugo Maldonado, Komite Pembela HAM Honduras.

Ibu dari Berta Caceres mengatakan bahwa Berta dibunuh "karena perjuangannya" atas hak-hak masyarakat adat dan lingkungan.

Sebelumnya, Berta Caceres pernah melaporkan pada polisi bahwa ia telah menerima beberapa ancaman pembunuhan.

Sebuah koalisi dari lebih 40 organisasi HAM di seluruh AMerika menyerukan penyelidikan yang 'independen dan tak memihak' untuk menyeret pelaku pembunuhan itu ke pengadilan.

berta caceres

Sumber gambar, Goldman Enviromental Prize

Keterangan gambar, Berta Caceres adalah salah satu pegiat lingkungan dan hak adat terdepan di Amerika Latin.

Keluarga Caceres menuding aparat pemerintah berusaha memperlakukan pembunuhan itu seakan sebagai pembunuhan biasa yang dilakukan secara acak.

Berta Caceres, seorang suku asli Lenca, pada tahun 1993 mendirikan Dewan Nasional Organisasi rakyat dan Masyarakat Adat Honduras (COPINH).

Pada tahun 2015, ia dianugerahi Penghargaan Goldman, salah satu penghargaan paling prestisius untuk gerakan lingkungan akar rumput.