Identitas Banksy terungkap lewat 'geographical profiling'?

Banksy

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Karya terbaru Banksy di depan kedutaan Prancis di London.

Identitas seniman misterius, Banksy, diduga berhasil dibongkar melalui metode 'geographic profiling'.

Para peneliti dari Queen Mary University of London (QMUL) meneliti persebaran karya grafiti seniman terkenal itu yang ternyata mendukung dugaan identitas Banksy yang sebenarnya.

Geographic profiling ini merupakan teknik statistik yang berawal di ilmu kriminologi tetapi kini juga digunakan di bidang lain seperti misalnya untuk mengetahui persebaran penyakit menular.

Metode ini mengumpulkan banyak data lokasi dan kemudian mengelompokkannya untuk mengetahui 'hot spot' di mana kegiatan-kegiatan tertentu dilakukan.

Para peneliti di QMUL menerapkan metode itu terhadap karya-karya Banksy yang tersebar di dua kota, London dan Bristol.

Dari sana mereka menyatakan berhasil menemukan 'geoprofile' yang jelas bagi identitas Banksy sebenarnya, seorang pria bernama Robin Gunningham.

Nama Gunningham sendiri pernah disebut oleh harian Mail on Sunday pada tahun 2008 ketika mereka melakukan penyelidikan atas identitas Banksy sebenarnya.

Hasil penelitian itu sendiri sudah <link type="page"><caption> diterbitkan di Journal of Spatial Science</caption><url href="http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/14498596.2016.1138246?journalCode=tjss20" platform="highweb"/></link> pekan lalu.

Namun sebelumnya, penerbitan sempat 'ditunda' ketika tim pengacara Banksy menemui pihak penerbit meminta agar pernyataan pers penerbitan jurnal itu diubah.