Polisi di Gaza menyita pintu yang dihiasi karya Banksy

Polisi di Gaza telah menyita sebuah pintu yang dihiasi grafiti karya seniman Inggris Banksy setelah pemilik asli pintu itu mengatakan ia ditipu untuk <link type="page"><caption> menjualnya dengan harga $175 (Rp2,2 juta)</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2015/04/150401_seni_banksy_gaza" platform="highweb"/></link>.
Mereka bertindak setelah adanya pengaduan yang diajukan oleh Rabie Darduna terhadap seorang seniman setempat yang membeli pintu itu dari dirinya.
Seniman itu, Bilal Khaled, menyatakan bahwa pembelian itu sah.
Banksy menggambar dewi mitos Yunani Niobe yang sedang menangisi anaknya yang meninggal di sebuah pintu yang berdiri di antara reruntuhan rumah Darduna pada bulan Februari.
Rumah ini merupakan salah satu dari 18.000 rumah di Gaza yang hancur dalam perang 50 hari melawan Israel tahun lalu. Konflik ini menyebabkan 110.000 orang harus berpindah rumah, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ditipu

Sumber gambar, ap
Hasil karya Banksy ini terlihat dalam sebuah video yang dikeluarkan oleh seniman yang menyembunyikan identitas dirinya itu setelah ia diam-diam mengunjungi jalur Gaza.
Darduna mengatakan setelah gambar itu menjadi perhatian dunia ia didekati sekelompok pria. Mereka meyakinkannya bahwa mereka bertindak mewakili Banksy dan ingin membeli pintu itu karena pintu itu merupakan bagian dari serangkaian karyanya.
"Seorang dari mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka merupakan bagian dari kelompok yang membuatnya. Mereka menyuruh saya menandatangani sehelai kertas. Di situ tertulis bahwa saya setuju dengan harga 700 shekels ($175; Rp 2,2 juta). Mereka menekan saya dan saya menerima karena saya perlu uang," Kata Darduna kepada BBC minggu lalu.
"Kami sangat merasa sedih dan marah," katanya. "Pintu ini secara hak merupakan milik kami. Mereka membohongi kami. Ini penipuan dan kami ingin pintu itu dikembalikan."










