Cerita 'DiCaprio dan Kalijodo' yang tidak Anda ketahui sebelumnya
Sebelum bangunan-bangunan Kalijodo dihancurkan, polisi melakukan razia di lokasi yang dikenal sebagai tempat prostitusi itu.
Namun apa yang mereka temukan sungguh mengejutkan.

Sumber gambar, Agan Harahap

Sumber gambar, Agan Harahap

Sumber gambar, Agan Harahap

Sumber gambar, Agan Harahap
Kabar ini <link type="page"><caption> menyebar di Facebook</caption><url href="https://www.facebook.com/landi.r.melani/posts/10205370867487711" platform="highweb"/></link> dan mendapat banyak perhatian dari pengguna. Tapi tentu saja, razia ini, juga foto-fotonya, adalah palsu belaka.
Rangkaian foto tersebut dibuat oleh Agan Harahap, seorang 'seniman Photoshop' pada 2014 lalu, namun kembali diunggah ke media sosial seiring dengan pembongkaran Kalijodo di Jakarta yang mendapat perhatian besar di media massa.
Agan menggarap seri foto ini dengan judul asli Justice for All atau keadilan untuk semua, yang ingin memperlihatkan situasi ketika 'selebriti diperlakukan sebagai orang Indonesia biasa'.
Ini bukan karyanya yang pertama. Agan telah mengedit foto-foto selebriti sejak 2011 lalu dan kerap ditampilkan dalam banyak pameran seni juga media sosial.
Terbaru adalah kisah aktor yang baru saja meraih piala Oscar, Leonardo DiCaprio, yang ternyata pernah menghabiskan waktu mudanya di tanah Pasundan.

Sumber gambar, Agan Harahap
"Dalam usianya yang masih sangat belia, Leonardo Dicaprio harus menerima kenyataan pahit akan perceraian orang tuanya. Namun tidak banyak diketahui publik, bahwa ketika kedua orang tuanya sedang sibuk mengurus harta gono-gini mereka, dan demi menghindari dampak buruk pada psikologi anak mereka, maka Leonardo Dicaprio terpaksa 'diungsikan' selama beberapa waktu ke rumah salah satu kerabat keluarganya di pinggiran kota Bandung, Jawa Barat," tulis Agan <link type="page"><caption> dalam blognya</caption><url href="http://melmanandthehippo.blogspot.co.uk/2015/10/album-kenangan-leonardo-dicaprio-dan.html" platform="highweb"/></link>.
"Entah mengapa saya mendapatkan kesan bahwa Leo, yang sekarang menjadi salah satu selebriti dunia dengan bayaran termahal, sedang mencoba menutup-nutupi kegemarannya akan musik-musik Sunda."

Sumber gambar, Agan Harahap
"Saya senang saja melihat orang-orang ketawa," kata Agan kepada BBC Indonesia terkait cerita-cerita palsu selebriti yang dia unggah dalam blognya.
Mengangkat hirarki
Melalui manipulasi foto, dia ingin menunjukan pergeseran sosial yang ikut terjadi ketika fotografi beralih dari analog ke digital.
"Ide keseluruhannya adalah bagaimana mengangkat hierarki diri Anda melalui fotografi. Dulu, ketika masuk rumah orang, ada lihat foto dia dengan jenderal siapa, dan lainnya. Kalau sekarang kita melihat itu di sosial media."
Misalnya, dalam album My Celebrity Friends, atau teman-teman pesohor saya, Agan menampilkan dirinya berfoto bersama Jennifer Lopez, petinju Manny Pacquiao, dan bernyanyi dengan Megawati.

Sumber gambar, Agan Harahap
"Saya buka-buka Facebook teman, ada album yang judulnya 'teman-teman selebriti,' isinya foto-foto dia sama artis, karena itu di lingkungan sosialnya dia dipandang hebat bisa berteman sama artis-artis. Saya tiru tema itu dan menjadikan foto-foto saya hiperbolis," ceritanya terkait ide manipulasi foto tersebut.
Awalnya banyak yang percaya, kata Agan, tetapi diskusi terkait keaslian foto mulai menghangat dan ketika semua orang tahu semua foto tersebut palsu, banyak pengguna akhirnya marah-marah.

Sumber gambar, Agan Harahap
Ada banyak pengguna Instagram, Facebook, dan Twitter yang terhibur dengan berbagai karya Agan, tetapi tak sedikit pula yang percaya.
Dalam konteks ini, Agan ingin karya-karyanya memicu pengguna mempertanyakan realitas yang kita temui di media sosial. Apakah Anda percaya semua hal yang ada di media sosial?
"Sekarang logika harus main dong. Kan sekarang, setiap hari, pengguna smartphone mendapat ribuan info tiap hari, artinya dia harus punya intelektual untuk tidak menelan itu semua mentah-mentah. Sama seperti pemilihan presiden kemarin apa-apa langsung di-share, lama-lama orang sudah pintar."









