#TrenSosial: Video ISIS tampilkan 'pertempuran dan darah palsu'

Sumber gambar, TWITTER l JAWADALFJR
Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, jadi bulan-bulanan dan olok-olok di dunia maya setelah dituding mem-posting pertempuran palsu, bahkan menggunakan minuman ringan sebagai darah palsu, dalam video propaganda mereka.
BBC Monitoring melaporkan, tudingan itu muncul dalam video yang diproduksi oleh sebuah kelompok pejihad lain, dan menampilkan seorang pembelot ISIS.
Video itu dimulai dengan penampilan sang pembelot yang menggambarkan bagaimana dia dulu disuruh oleh para komandan ISIS untuk menyerang sejumlah mesjid.
Tetapi bagian yang paling menarik perhatian pengguna Twitter adalah bagian tudingan bahwa ISIS membuat adegan pertempuran palsu yang kemudian disebarkan dalam propaganda seakan-akan rekaman kemenangan ISIS di sebuah pertempuran adalah peristiwa sungguhan.
Si pembelot menjelaskan bagaimana dulu dia disuruh tampil dalam sejumlah adegan pertempuran dan serbuan bohong-bohongan di depan kamera.
Di sejumlah adegan, kata sang pembelot, ada anggota ISIS yang berperan sebagai pemberontak Houthi yang tewas, dilumuri dengan darah bohong-bohongan dengan menggunakan minuman ringan merk Vimto.
Olok-olok di media sosial

Sumber gambar, TWITTER l ALMOTFAEL7778
Sejauh ini mustahil untuk memverikasi pengakuan dan tudingan si pembelot, namun video itu memicu berbagai cemoohan dan olok-olok di Twitter oleh kelompok-kelompok pejihad seteru ISIS.
Antara lain munculnya tagar 'kekhalifahan Vimto' -dalam bahasa Arab.
Sebuah foto rekaan yang diedarkan menggambarkan juru bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani sebagai petugas pengantar Vimto.
"Sekarang saya tahu mengapa Vimto raib dari toko-toko di Yaman," tulis sebuah akun Twitter.
Vimto adalah minuman sari buah asal Inggris yang sangat populer di Timur Tengah dan biasanya banyak diminum saat bulan Ramadhan.
Dalam bentuknya yang encer, minuman ini warnanya keunguan. Namun dalam versi yang kental, yang banyak ditemui di dunia Arab, minuman ini warnanya merah pekat.
Video itu ditayangkan oleh Hidayah Media, sebuah grup yang terkait dengan Al-Qaida di Semenanjung Arab (AQAP). Adapun AQAP dan ISIS adalah dua seteru yang saling bertempur dalam perang saudara Yaman yang brutal.
BBC Monitoring melaporkan, sejak diluncurkan awal Januari, Hidayah Media menyebarkan video-video yang menampilkan para pembelot ISIS untuk merendahkan cabang ISIS di Yaman.









