Hadiah anak gajah untuk PM Selandia Baru dikecam

Presiden Maithripala Sirisena dan Perdana Menteri John Key

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Presiden Maithripala Sirisena (baju putih) memberi hadiah anak gajah kepada PM John Key di ibu kota Kolombo.

Para pegiat lingkungan di Sri Lanka mengecam keputusan pemerintah untuk memberi hadiah anak gajah kepada Perdana Menteri Selandia Baru, John Key.

Presiden Maithripala Sirisena menyerahkan akte kepemilikan gajah bernama Nandi kepada PM Key yang berada di Sri Lanka untuk lawatan dua hari.

Pemisahan anak gajah berusia lima tahun itu dari keluarganya, menurut para pegiat, dianggap kejam dan gajah tergolong satwa yang sulit untuk beradaptasi dengan iklim baru.

Nandi merupakan hadiah gajah kedua kepada Selandia Baru dalam waktu 12 bulan belakangan, setelah Anjalee yang diserahkan kepada Kebun Binatang Auckland.

"Gajah yang pertama sudah mencapai berat sekitar 700 kilogram dalam waktu satu tahun," tutur Key kepada Sirisena dalam upacara penyerahan Nandi di ibukota Kolombo, Rabu 24 Februari.

Sri Lanka

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sri Lanka memiliki tradisi memberikan hadiah gajah, antara lain ke Cina, Jepang, Ceko, dan Amerika Serikat.

"Jadi dia mencintai kehidupan di Selandia Baru dan saya yakin temannya juga akan baik di Selandia Baru."

Sri Lanka sering memberikan gajah sebagai hadiah, antara lain tiga ekor untuk Cina dalam waktu tiga tahun, dan masing-masing dua ekor untuk Jepang, Korea Selatan, Ceko, dan Amerika Serikat.

Kelompok pegiat Sathva Mitra -yang artinya Teman Satwa- mengungkapkan penyesalan atas berlangsungnya praktek tersebut.

"Kami menulis tiga pekan lalu meminta pemerintah menghentikannya. Saya kira mereka bahkan tidak membaca surat kami," kata Sagarika Rajakurannayake, pimpinan Sathva Mitra, kepada kantor berita AFP.