Perjanjian iklim Paris bisa 'memindahkan jutaan masyarakat adat'

Sumber gambar, Peter Vrsansky
- Penulis, Matt McGrath
- Peranan, Wartawan lingkungan
Kesepakatan iklim Paris bisa membuat jutaan manusia penghuni hutan jadi tak punya tempat tinggal lagi, menurut analisis terbaru.
Banyak negara berkembang akan berusaha menghambat emisi karbon dengan menyediakan kawasan hutan sebagai hutan lindung.
Namun pakar khawatir bahwa dengan membuat taman nasional maka akan memindahkan orang-orang yang hidup dalam hutan.
Penelitian tersebut mengindikasikan bahwa penetapan kawasan hutan lindung di Liberia dan Republik Demokratik Kongo bisa membuat 1,3 juta orang tak punya rumah.
Dengan pendanaan dari Norwegia, Liberia sudah mengajukan rencana untuk menjadikan 30% hutan mereka sebagai kawasan dilindungi pada 2020.
Republik Demokrasi Kongo, didanai oleh Jerman dan Global Environmental Facility, siap untuk menyediakan 12-15% kawasan hutan mereka.
"Pemerintah sudah mentargetkan untuk memperluas kawasan lindung mereka, dan kini dengan pendanaan iklim yang tersedia, risikonya adalah mereka menggunakan ini untuk memperluas (kawasan hutan) yang tidak menghormati hak warga lokal," kata Andy White dari Rights and Resources Initiative, kelompok kampanye yang mensponsori penelitian tersebut.
"Bisa ada jutaan orang yang kehilangan tempat tinggal."
Memperparah masalah
Analis mengatakan bahwa tipe pemindahan seperti ini sudah terjadi di Afrika sub-Sahara, Asia Tenggara dan Amerika Latin, dan kadang menyebabkan konflik beserta kekerasan.

Sumber gambar, Getty
"Saya pikir komunitas internasional tidak mau memindahkan penghuni hutan di Liberia - tapi jika kita menindaklanjutinya seperti sekarang ini, nantinya itulah yang akan terjadi," kata Constance Teague, dari Sustainable Development Institute di Liberia.
"Kita harus mengakui bahwa masyarakat adat menghormati hutan dan mereka telah bekerja di sana selama ratusan tahun. Mungkin kelihatannya tak tampak seperti yang diharapkan masyarakat internasional, tapi upaya melestarikan hutan ini terjadi."
Liberia memiliki hutan terluas di Afrika Barat, sebagian besar karena masyarakat adat, kata Teague.
White juga menambahkan, "Kita harus menyediakan bukti yang menjelaskan bahwa hutan itu penuh dengan orang, dan lebih masuk akal membantu mereka daripada menendang mereka keluar. Mereka adalah pelindung aktif, tak harus membayar penjaga taman nasional, karena masyarakat adat akan melindungi hutannya, dan itulah yang dibutuhkan dunia."
Sekitar 1,5 miliar masyarakat adat mendiami atau mengklaim sebagian besar lahan di dunia - namun menurut penelitian yang dirilis tahun lalu, hanya 10% yang punya hak hukum.









