Pertemuan iklim meninggalkan "negara miskin"

Paris

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pertemuan Iklim di Paris dihadiri oleh 195 perwakilan negara-negara.
    • Penulis, Matt McGrath
    • Peranan, Koresponden Lingkungan, BBC News, Paris

Sebuah konferensi PBB yang penting dengan tujuan mencari kesepakatan terhadap pendekatan baru global untuk perubahan iklim akan dibuka di Paris.

Pertemuan, yang dikenal sebagai COP21, akan dihadiri negosiator dari 195 negara yang berupaya untuk memfinalisasi sebuah traktat baru dalam dua pekan.

Pemimpin politik dari 147 negara akan hadir dalam konferensi sepanjang hari Senin.

Tetapi negara-negara miskin mengatakan khawatir "ditinggalkan" dalam tekanan untuk menyetujui sebuah kesepakatan.

Pemerintah Prancis akan secara resmi mengambil alih jalannya pertemuan dalam acara pembukaan konferensi pada Senin.

Aksi untuk perubahan iklim

Polisi telah berjaga-jaga dan menutup akses jalan ke lokasi konferensi di Le Bourget, menyusul pengetatan keamanan atas kunjungan para pemimpin negara.

Presiden dan perdana menteri akan hadir dalam pertemuan ditengah munculnya optimisme bahwa ada jaminan tercapainya kesepakatan.

'Ini akan menjadi titik balik, yang dibutuhkan oleh dunia," kata Perdana Menteri Prancis Laurent Fabius dalam keterangan pers pada pekan ini. Fabius akan memimpin konferensi sampai tercapainya kesepakatan.

Mendorong tenaga matahari

Para pemimpin, hanya akan berada dalam satu hari pertemuan, tampaknya akan memberikan sejumlah pengumuman penting sepanjang hari untuk mendorong upaya perlawanan terhadap peningkatan kenaikan suhu.

Prancis dan India akan mengumumkan sebuah aliansi global yang bertujuan untuk membawa 100 negara yang kaya sumber daya matahari di wilayah tropis untuk mempercepat ekspansi listrik tenaga surya.

Mereka juga diperkirakan akan mengumumkan masalah pendanaan untuk penelitian energi terbarukan.

Tetapi diantara kata-kata yang hangat dan niat yang baik, muncul kekhawatiran diantara negara-negara miskin bahwa kepentingan mereka mungkin dapat dikorbankan dalam keriuhan kompromi.

Sebagian besar diskusi di sini akan membahas seputar kesepakatan baru tentang pembatasan suhu global menjadi 2C.

Lebih dari 180 rencana nasional telah diserahkan oleh negara-negara, yang jika diiimplementasikan diperkirakan akan menyebabkan suhu dunia naik hampir 3C.

India

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, India mendorong adanya tenaga matahari untuk energi listrik.

Bagaimanapun, 48 anggota kelompok negara maju LDC dalam pertemuan ini mengatakan kepada mereka, apapun yang melebihi 1,5 derajat dapat menjadi bencana.

"Bagi LDC, pembangunan ekonomi, keamanan pangan regional, dan populasi mereka dan kehidupan berisiko jika pertemuan hanya menetapkan hanya 2 derajat untuk dunia," kata Giza Gaspar Martins dari Angola.

"Kepala-kepala negara akan berada di Paris untuk berunding. Kami memperbaharui seruan kami untuk sebuah ambisius, kuat dan jaminan dalam kesepakatan iklim yang tidak akan meninggalkan mereka yang rentan di belakang kami."

Sementara kedatangan para pemimpin negara akan memberikan sebuah dorongan yang signifikan terhadap konferensi tersebut, meskipun masih ada kesulitan untuk menjamin kesepakatan tersebut.

"Kesenjangan" isu

Pada saat perundingan naskah yang mencapai lebih dari 50 halaman, mengindikasikan ketidaksetujuan.

Tim perunding sesungguhnya mulai bekerja pada Minggu, dengan fakta bahwa banyak isu yang masih belum selesai.

Harapannya adalah, pada akhir pekan ini, sebuah draf kesepakatan baru dapat siap untuk dibahas oleh menteri lingkungan selama konferensi.

Salah satu perbedaan yang paling besar disebutkan mengenai "kesenjangan" dalam pembicaraan.

AS dan negara-negara makmur merujuk fakta bahwa negosiasi ini, sebuah negara yang digolongkan sebagai maju atau berkembang berdasarkan pada kesejahteraan ketika badan itu dibentuk pada 1992.

Mereka berpendapat bahwa setiap kesepakatan baru harus secara akurat mencerminkan posisi saat ini, yang berarti bahwa banyak negara-negara dapat berbagi beban untuk mengurangi emisi karbon.