#TrenSosial: Bagaimana rumor 'ledakan Palmerah, Slipi, Kuningan' menyebar di media sosial

Sumber gambar, TWITTER
- Penulis, Christine Franciska - @cfranciska
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Lima media massa ditegur oleh <link type="page"><caption> Komisi Penyiaran Indonesia</caption><url href="http://www.kpi.go.id/" platform="highweb"/></link> terkait pemberitaan serangan teror di kawasan Thamrin, Jakarta.
TVRI, TV One, Indosiar, Elshinta, dan INews TV, dianggap menyalahi aturan, di antaranya menyebar informasi yang keliru.
“Ledakan Terjadi di Slipi, Kuningan, dan Cikini," tulis TV One dalam tayangannya - sebuah fakta keliru yang terlanjur menimbulkan kepanikan warga.
INews TV juga memberitakan pernyataan yang keliru dengan menulis judul <link type="page"><caption> “Ledakan Juga Terjadi di Palmerah”</caption><url href="https://twitter.com/OfficialiNewsTV/status/687488655913426944" platform="highweb"/></link> dalam tayangannya.
Pemberitaan Televisi Republik Indonesia (TVRI) pun dianggap bermasalah. "Program tersebut menampilkan informasi <italic>running text</italic> yang tidak akurat (yaitu): ancaman bom dilakukan di Palmerah, Jakarta dan Alam Sutera, Tangerang Selatan," tulis KPI <link type="page"><caption> dalam situsnya.</caption><url href="Program tersebut menampilkan informasi running text yang tidak akurat “Ancaman bom dilakukan di Palmerah, Jakarta dan Alam Sutera, Tangerang Selatan”" platform="highweb"/></link>
Berbagai rumor menyebar begitu cepat dalam suasana tegang dan banyak pengguna menjadi khawatir. Di jejaring Twitter, kabar yang kabur itu mulai tersebar sekitar pukul 11.20 WIB. 'Ledakan Palmerah' <link type="page"><caption> pertama kali dicuitkan</caption><url href="https://twitter.com/OfficialiNewsTV/status/687488655913426944" platform="highweb"/></link> oleh INews TV pada 11.17 WIB.
"Jakarta under attack," kata satu pengguna yang percaya pada kabar simpang siur itu.
Banyak orang lalu mengungkapkan kepanikan setelah mendengar informasi dari kerabat, media, dan pesan-pesan singkat. "Ledakan terjadi lagi di Kuningan, Slipi dan Cikini... Innaillahi... yaa Allah.. mau apalagii sihh teroriss..???"
"Slipi, Kuningan dan Cikini dilaporkan ada ledakan," kata yang lain.
Namun sebenarnya, bukan hanya lima media massa itu yang memberitakan tentang ledakan selain di Sarinah. Liputan6.com mengutip anggota Polsek Palmerah membenarkan terjadinya ledakan.

Sumber gambar, TWITTER
Akun Twitter Media Indonesia juga sempat memberitakan hal yang sama.

Sumber gambar, TWITTER
Juga media online Viva.co.id.

Sumber gambar, TWITTER
Pembicaraan tentang adanya ledakan selain di Thamrin juga mendorong akun @GrabTaxiID memberikan peringatan. "Kepada seluruh Grabber di Jakarta, agar menghindari kawasan Thamrin, Kuningan, dan Palmerah. #StaySafeJKT."
Namun, banyak yang ragu dan mengatakan tidak terjadi apa-apa di lokasi-lokasi itu. Percakapan memuncak pada pukul 12.00 WIB dan akhirnya memicu <link type="page"><caption> tagar #SafetyCheckJKT</caption><url href="https://twitter.com/ifahmi/status/687505886076469250" platform="highweb"/></link>, ajakan untuk saling mengabarkan situasi di tempatnya masing-masing.
"#SafetyCheckJKT: Epicentrum aman," kata @pandji. "Kuningan, kedutaan Turki, Belanda, Swiss aman #SafetyCheckJKT," kata yang lain.
Hingga kini tagar itu sudah digunakan lebih dari 21.000 kali.

Sumber gambar, TWITTER
Ada banyak rumor yang tak jelas kebenarannya, termasuk kabar bahwa pelaku serangan Sarinah yang membawa motor dan bersenjata lengkap - isu yang akhirnya <link type="page"><caption> diklarifikasi oleh Divisi Humas Polri.</caption><url href="https://twitter.com/DivHumasPolri/status/687532888368152576" platform="highweb"/></link>
Kesimpangsiuran akhirnya diluruskan oleh pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan, yang menegaskan bahwa tidak ada ledakan lain selain di Sarinah.
Tujuh tewas dan 24 orang luka-luka akibat serangan teror di Thamrin. Lima di antara korban tewas adalah pelaku serangan.
Secara umum di Twitter, emosi kekhawatiran masih mendominasi, kata Rustika Herlambang, Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, yang menganalisa percakapan maya.
"Dalam dua hari ini emosi kekhawatiran masih mendominasi, disusul oleh ketakutan, dan diimbangi dengan emosi keyakinan bahwa semua akan baik-baik lagi," katanya.
Dia menjelaskan ada perubahan emosi pengguna Twitter, diawali dengan penggunaan #BomJakarta dan #PrayForJakarta, ketakutan dan kekhawatiran lalu semakin mereda digantikan oleh perasaan yakin bahwa semua berangsur normal.









