#TrenSosial: Lima kisah viral terkait serangan teror bom Sarinah

    • Penulis, Christine Franciska - @cfranciska
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

Inilah lima kisah yang menjadi viral di media sosial, setelah serangan terorisme di Jakarta. Dan, tidak semuanya benar.

1. "Keep Calm and Bakar Sate"

Sumber gambar, TWITTER

Sebuah unggahan di Path - oleh akun bernama Wimpy - seakan menjadi 'simbol' ketidaktakutan warga terhadap aksi terorisme.

"Gerobak sate ini berada sekitar 100 meter dari lokasi serangan," tulisnya. "Dan orang ini masih membakar sate, dan orang-orang masih memesannya. Ini Jakarta!!! Anda tidak bisa meneror orang Jakarta! Takut tidak ada dalam kamus kami."

Unggahan ini kemudian <link type="page"><caption> beredar di Twitter</caption><url href="https://twitter.com/imanlagi/status/687532234769735680" platform="highweb"/></link> dan dibagikan ratusan kali. Salah satu pengguna menggunggahnya dengan <link type="page"><caption> kalimat "Keep Calm and Bakar Sate #KamiTidakTakut."</caption><url href="https://twitter.com/ryangozali/status/687608680410292225" platform="highweb"/></link>

Selain gambar tukang sate, <link type="page"><caption> pengguna juga membagikan gambar tukang asongan di balik kendaraan lapis baj</caption><url href="https://twitter.com/billygerrardus/status/687626950781743104" platform="highweb"/></link>a, dan <link type="page"><caption> tukang kacang yang sibuk melayani para pemesan</caption><url href="https://twitter.com/mouldie_sep/status/687587109213986816" platform="highweb"/></link> di depan pos polisi.

"Sesungguhnya tidak bisa makan esok hari lebih menakutkan dari teror-terormu. #KamiTidakTakut," kata akun @mouldie_se.

Tagar #KamiTidakTakut hingga kini telah digunakan lebih dari 219.000 kali. "Tetap kumpul walau bahaya mengancam, Indonesia berani," tulis sebuah unggahan.

2. Polisi berbaju putih yang dikira teroris

Sumber gambar, AP

Perhatian pengguna media sosial terhadap sosok berbaju putih itu dimulai ketika sebuah video diunggah di YouTube, oleh sebuah media online.

Dia awalnya dideskripsikan sebagai teroris, namun kemudian banyak pengguna menyanggah dan mengatakan itu adalah polisi tanpa seragam bernama Untung Sangaji.

Tidak jelas bagaimana aksi Untung sesungguhnya -dan apakah benar itu Untung Sangaji, namun banyak pengguna mengapresiasi perannya <link type="page"><caption> di media sosial.</caption><url href="https://twitter.com/yudha_PE/status/687627803097870337" platform="highweb"/></link> "Salut kepada polisi baju putih ini. Di foto-foto kejadian Thamrin selalu di barisan depan," kata @rIrsanto.

3. Kisah heroik satpam Sarinah?

Selain polisi Untung, ada kisah terkait satpam Sarinah yang menjadi pahlawan karena menggiring keluar orang mencurigakan yang hendak masuk ke pusat perbelanjaan itu.

Kisahnya telah dibagikan di WhatsApp dan media sosial lain. <link type="page"><caption> Di Facebook</caption><url href="https://www.facebook.com/naniks.deyang/posts/1109221545769088" platform="highweb"/></link> misalnya unggahan tentang itu bahkan sudah dibagikan lebih dari 33.000 kali.

Namun, menurut laporan sejumlah media, berita itu tidak benar. Pihak pengelola Sarinah menyatakan tidak ada petugas keamanan yang tewas dalam serangan teror kemarin.

"Tidak ada satpam Sarinah yang menjadi korban. Tidak ada korban dari Sarinah," kata direktur utama Sarinah, seperti dilaporkan Kompas.

4. #PolisiGanteng dan #KamiNaksir

Sumber gambar, BBC Indonesia

Ini jenis reaksi yang di negeri lain akan dianggap tidak pantas dan tak sensitif terhadap korban: bercanda, bermain-main, 'tertawa-tawa' terkait serangan teror. Namun terjadi di Indonesia.

"Komandan ISIS,<italic> gak usah</italic> ngebom di Indonesia lagi! Bikin sakit hati! Malah selfie di lokasi<italic> lah</italic>, bahas tukang sate <italic>lah,</italic> debat <italic>hestek lah</italic>... <italic>Eh</italic> ada polisi ganteng," tulis <link type="page"><caption> seorang pengguna Facebook.</caption><url href="https://www.facebook.com/Anggunrush/posts/10208188373335514" platform="highweb"/></link>

Sejumlah pengguna media sosial malah terpesona oleh aksi sejumlah polisi yang terlibat dalam operasi penyergapan. Seorang yang paling banyak disebut <link type="page"><caption> adalah Rino Soedarjo.</caption><url href="https://twitter.com/Sabrinandini/status/687654682097926148" platform="highweb"/></link> Tagar #PolisiGanteng dan #KamiNaksir sempat menjadi salah satu topik populer di Indonesia.

"Negara mana lagi coba yang sempet-sempetnya naksir sama #polisiganteng pas lagi ada terroris cuma INDONESIA #KamiTidakTakut," kata akun @Sabrinandini.

"#KamiTidakTakut karena #PolisiGanteng siap siaga menjaga," kata @kembangloyang.

5. Tukang ojek yang membantu korban teror

Sumber gambar, TWITTER

"Kalo lihat video di tweet @arbainrambey. Ada kang Gojek yang nekat lari ke arah bom. Beliau nyelametin cewek ini," kata akun @lanangedan di Twitter, yang kemudian dibagikan lebih dari 4.400 kali.

Tidak ada informasi tambahan terkait kebenaran kisah ini, namun sejumlah media mengangkatnya dan menyebutnya sebagai aksi heroik.