Kapolri pastikan identitas seorang pelaku

Sumber gambar, GETTY
Kapolri Badrodin Haiti memastikan identitas salah satu pelaku serangan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/01), bernama Sunakim alias Afif.
Wajah Afif terekam jelas oleh fotografer Tempo dan Xinhua ketika menodongkan senjata dan menembak.
"Dia menggunakan kaos hitam, celana jins, ransel dan topi," jelas Badrodin kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (15/01)
Afif pernah ditangkap dalam kasus pelatihan militer di Aceh, dan dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara.
Kapolri mengatakan Afif ini merupakan salah seorang dari dua residivis kasus terorisme yang terlibat kasus serangan di kawasan Thamrin.
Seorang residivis terorisme yang terlibat adalah Bahrun Naim yg diduga merupakan otak skema serangan tersebut. Bahrun diyakini masih berada di Suriah dan polisi mengatakan dialah yang mendanai aksi Sarinah.
Tetapi ketika ditanya identitas keempat pelaku, selain Afif, Kapolri mengatakan masih belum akan mengungkap identitasnya.
"Sampai sekarang masih ditetapkan lima pelaku yg meninggal dunia, itu kita juga sedang proses identifikasi. Kita tes DNA dan kita cek ke jaringannya sehingga nanti secara keseluruhan itu bisa lengkap dalam proses identifikasi - dan kelompok-kelompok terkait," jelas Badrodin.
Disebutkan, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi.
Sejumlah media melaporkan penangkapan di Depok, dan beberapa stasiun televisi menayangkan pula penggrebekan di Cirebon yang disebut-sebut terkait pengejaran jaringan terkait serangan di Sarinah.
Kapolri Badrodin Haiti memang mengarakan para anggotanya melakukan pengejaran di berbagai daerah terkait dengan serangan Jakarta. Tetapi ia menolak mengukuhkan penangkapan di Cirebon dan Depok.
Sosok radikal
Keterlibatan Afif alias Sunakim dalam penyerangan ke kawasan Sarinah, diamini pengamat terorisme, Solahudin.
Menurut penulis buku berjudul The Roots of Terrorism in Indonesia itu, Afif dipenjara di Penjara Cipinang, Jakarta, setelah ditangkap oleh polisi lantaran ikut serta dalam pelatihan militan di Aceh.
"Di penjara, ideologi Afif bertambah radikal, apalagi setelah dia bertemu Aman Abdurrahman, tokoh ISIS di Indonesia," kata Solahuddin kepada wartawan BBC Indonesia, Ging Ginanjar.
Afif yang berasal dari Karawang, Jawa Barat, akhirnya bebas dari penjara pada periode Agustus-September 2015.









